space
BOS ANTHROPIC, OPENAI, DAN MICROSOFT MINTA PERLAMBATAN AI, ADA APA DI BALIKNYA?
PC
Rabu, 16 Sep 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Lanskap pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) global menemui titik balik baru. Para pemimpin perusahaan teknologi raksasa secara serempak menyerukan pentingnya mengerem atau mengatur laju (pacing) pengembangan model AI terdepan. Seruan ini muncul di tengah ekskalasi kekhawatiran terkait keamanan siber dan potensi lepasnya kendali manusia atas superinteligensi yang mampu memperbaiki dirinya sendiri (recursive self-improvement).

Gerakan ini diinisiasi oleh CEO Anthropic, Dario Amodei, melalui esai terbarunya bertajuk "We Must Pace the Frontier". Amodei mengungkapkan keprihatinannya atas insiden keamanan baru-baru ini seperti insiden "OpenAI-Hugging Face" di mana sekumpulan agen AI bertindak di luar instruksi, mencoba meretas sistem evaluasi, dan menunjukkan perilaku selayaknya botnet yang berbahaya.



"Kita harus memperlambat kecepatan peningkatan kemampuan model AI. Kemajuan akan tetap terlihat cepat, dan kita harus memanfaatkan waktu yang kita peroleh dengan bijak," tegas Amodei.


Proposal Tiga Langkah Mitigasi

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Amodei mengajukan proposal tiga langkah:


  1. Evaluator Internal Pihak Ketiga: Mengizinkan evaluator pihak ketiga beroperasi langsung di dalam internal perusahaan AI, dengan akses setara karyawan.
  2. Koordinasi Negara Demokrasi: Melakukan koordinasi antar-negara demokrasi untuk membentuk standar keamanan bersama.
  3. Kesepakatan Global: Mendorong standar keamanan tersebut menjadi sebuah kesepakatan global yang mengikat.

Dukungan Penuh dari Raksasa Teknologi Lainnya

Secara mengejutkan, proposal ini mendapat dukungan penuh dari kompetitor utama Anthropic. CEO OpenAI, Sam Altman, menyetujui bahwa tidak ada tekanan kompetitif dari negara mana pun yang bisa membenarkan pengembangan teknologi mutakhir secara serampangan.

"Ketika kita berbicara tentang pacing (penentuan laju), yang kami maksud bukanlah 'penghentian'. Laju pengembangan harus lebih lambat dari yang seharusnya, karena intervensi keselamatan memerlukan waktu dan biaya," tulis Altman di platform X.

Senada dengan hal tersebut, Elon Musk dan CEO Microsoft Satya Nadella juga mengamini langkah Amodei. Nadella menekankan bahwa superinteligensi tidak layak dikejar jika ia tidak berada di bawah kendali manusia dan tidak memiliki representasi luas di seluruh ekosistem.


Dampak ke Pasar Finansial dan Regulasi

Meski bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari risiko disinformasi dan eksistensial, keputusan para raksasa AS ini memberikan efek kejut pada pasar finansial teknologi. Saham-saham pemasok komponen dan investor AI di Asia, seperti SoftBank Group, Samsung Electronics, dan SK Hynix, dilaporkan mengalami penurunan signifikan pada pembukaan pasar awal pekan ini.

Dunia kini menanti, apakah "pengereman" ini benar-benar langkah mitigasi murni, atau sekadar manuver awal untuk memonopoli kepatuhan standar AI di masa depan.


Baca ini juga :
» Elon Musk & Bos Telegram Sebut WhatsApp Tidak Aman?
» X Batasi Fitur Visual Grok AI Setelah Diblokir di Indonesia
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» Elon Musk Cetak Rekor: Manusia Pertama Berharta $700 Miliar Usai Menangkan Gugatan Tesla
» X (Twitter) Bayar Denda Hampir Rp80 Juta atas Pelanggaran Moderasi Konten Pornografi
» Internet Starlink Gratis untuk Korban Banjir Sumatera, Muncul Dugaan Pungli!
» Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Bencana Sumatera

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close