



Sudah berapa banyak dari kamu yang mengenal Nippon Ichi Software atau NIS? Mendapatkan popularitas tinggi lewat franchise Disgaea, developer asal Jepang ini juga termasuk pengembang beberapa game populer lainnya seperti Yomawari series hingga Destiny Connect. Mereka adalah developer senior yang sudah berpengalaman di industri game sejak tahun 1994 dan bahkan memiliki cabang besar di Amerika, namun dibalik sepak terjangnya yang terlihat solid, siapa sangka jika NIS ternyata berhadapan dengan masalah finansial yang besar.
Kabar ini datang dari laporan yang dirangkum berbagai situs berita Jepang, dimana mereka mengabarkan kalau developer sekaligus publisher NIS tengah dihadapkan pada masalah akibat angka penjualan game yang rendah di Jepang. Karena permasalahan ini, mereka terpaksa harus menunda perilisan game Disgaea RPG untuk perangkat mobile akibat kurangnya sokongan dana untuk menggaji karyawan mereka.
News of Disgaea RPG (smartphone game that's now delayed indefinitely) has resurfaced in a bad way.
— HDKirin (@HDKirin) 18 Mei 2019
Reports starting to come out that NIS is not able to pay the salaries of its employees & have resorted to a MS (Moving Strike) Warrant as a last resort. https://t.co/ICVtR95bnY pic.twitter.com/CIig3Zy2Se
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Skandal AoV SEA Games 2025: Screen Sharing Berujung Penangkapan dan Ban Seumur Hidup
» Alter Ego Ares Umumkan Roster PMPL ID Spring 2026, Zuxxy Resmi Kembali!
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» NAVI Isyaratkan Ynot Tak Datang Sendirian, Kingkong Bakal Gabung?
» Bursa Transfer MPL S17 Memanas, ONIC Rombak Pelatih hingga Twisted Minds ID Borong Pemain
» Ternyata Pak AP Jemput Pengganti Dyrenn, Ini Dia Pemain Ketiga RRQ Hoshi
» Rekap M7 World Championship 17 Januari 2026: Swiss Stage Penentuan, Lolosnya ONIC ke Knockout Stage
Untuk memperbaiki situasi yang ada, NIS terpaksa harus menggunakan jaminan MS (Moving Strike) sebagai solusi terakhir. Jaminan MS sendiri adalah sebuah metode untuk meningkatkan sokongan dana lewat penjualan saham dengan harga yang lebih murah, jadi mereka tidak harus meminjam dari bank dan para investor. Metode ini memang cukup efektif di situasi genting seperti ini, namun imbasnya mengarah pada kepercayaan investor yang turun.
NIS sendiri sempat berhadapan dengan permasalahan yang sama di masa lalu, sebelum akhirnya mereka mendapatkan pemasukan besar lewat penjualan Disgaea 4 yang meroket. Semoga saja permasalahan yang mereka hadapi saat ini dapat diselesaikan dengan lancar, karena bagaimana pun NIS adalah salah satu developer penting yang mempelopori genre JRPG dan game Jepang secara umum.
(KotakGame)
