space
KENALAN DENGAN LANDO, SANG PELINDUNG LAUT YANG TERINSPIRASI DARI MASYARAKAT BAJO
iOS
Kamis, 29 Dec 2022

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Masyarakat Bajo sedang hangat diperbincangkan karena penggambaran budaya mereka yang dihadirkan melalui film Hollywood karya James Cameron. Penulis dan sutradara ini menjelaskan bahwa masyarakat Bajo menjadi salah satu inspirasi dalam konsep suku Metkayina di dalam film terbarunya, Avatar: Way of Water. Namun ternyata, suku Bajo tidak hanya tergambarkan dalam media populer seperti Avatar. Di tahun 2021, Lokapala gim MOBA garapan Anantarupa Studios ternyata sudah pernah menampilkan masyarakat Bajo dalam salah satu Ksatriya mereka yang bernama Lando.

Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Riot Games Resmi Umumkan MIKS, Agent Baru VALORANT dengan Gaya Unik
» SaintDeLucaz Resmi Tinggalkan TLID, Kini Jadi Assistant Coach Team Rey di MPL MY
» Klasemen PMPL ID Spring 2026 Week 2: Team Pandum Puncaki Papan, RRQ Mulai Bangkit
» Sasa Resmi Jadi Head Coach RRQ Tora untuk MPL Malaysia Season 17
» Alter Ego Umumkan Roster MPL ID Season 17, Tambah Jungler Baru
» Luke Bongkar Kekuatan Aeronnshikii di Scrim, Akui Sampai “Dibantai” Saat Lawan TLPH
» TODAK Resmi Rebranding Jadi Brand Esports Lifestyle Global, Kini Jadi Partner MPL Indonesia
“Sebagai negara biodiversity kedua di dunia, Indonesia punya tanggung jawab dalam menjaga ekosistem dan biota laut dunia, khususnya terumbu karang. Tercatat ada lebih dari 500 jenis terumbu karang di segitiga koral yang kini sepertiga kondisinya sangat memprihatinkan. Kami berharap kedepannya generasi muda Indonesia lebih sadar dan peduli terkait isu lingkungan laut Nusantara,” kata Ninoi Kiling, IP & Development Lead Anantarupa Studios.

Sebagai masyarakat bahari, gaya hidup dan budaya masyarakat Bajo tidak dapat dipisahkan dengan laut. Malah, keseganan masyarakat Bajo terhadap laut sangat terlihat bahkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Contohnya, mereka menggunakan peralatan sederhana untuk menangkap ikan dan memiliki pantangan untuk membuang sampah rumah mereka di laut. Mereka percaya bahwa melanggar kedua hal ini akan berakibat datangnya bencana laut, seperti rusaknya kelestarian dan ekosistem laut, terutama terumbu karang. Nilai-nilai kearifan masyarakat Bajo inilah yang ingin disampaikan dalam Ksatriya Lando di Lokapala.


Masyarakat Bajo pada awalnya adalah masyarakat bahari dengan kisah dan asal usul yang menarik. Tercatat suku Bajo tersebar di berbagai tempat di kawasan Asia Pasifik, mulai dari Indonesia, Filipina, Taiwan bahkan hingga kawasan Tiongkok. Namun, keberadaan masyarakat Bajo sudah tercatat dalam sejarah sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Menurut sejarah, masyarakat Bajo memiliki kontribusi yang besar dalam menjaga wilayah laut Nusantara yang menjadi jalur perdagangan dunia.

Hal menarik lainnya adalah kondisi fisiologis suku Bajo yang berbeda dengan manusia lainnya. Riset menunjukkan bahwa DNA suku Bajo mengalami adaptasi genetik, seperti ukuran limpa mereka yang 50% lebih besar dari populasi umumnya. Limpa berfungsi untuk menyimpan cadangan darah, sehingga semakin banyak darah merah yang dapat ditampung, artinya semakin banyak juga oksigen yang tersimpan. Inilah yang membuat mereka mampu menyelam di kedalaman hingga 70 meter dengan kurun waktu lebih dari 10 menit.



Jangan lupa untuk ikutan giveaway KotakGame Awards 2022 berhadiah PlayStation 5!


TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close