space
PENUH LIKA LIKU KEHIDUPAN! 7 SKANDAL DAN KONTROVERSI TERHEBOH DALAM DUNIA ESPORTS
-
Kamis, 30 Apr 2020
Layaknya sebuah pertandingan olahraga tradisional, pertandingan esports juga dipenuhi oleh beberapa skandal. Hal ini tidak jauh dari hingar bingarnya esports dan masih barunya dunia bisnis ini. Mulai dari pengaturan skor, tidak bisa memberikan hak berupa gaji ke pemain, hingga penggunaan doping dan cheat mewarnai perjalanan industri esports.

Baca ini juga :
» HUT RI 75! Inilah 7 Pejuang Esports yang Mengharumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia
» Tukar Tambah Sekarang! Upgrade Pengalaman Gaming Kamu dari PS3 ke PS4
» Biar Jago! Tips Bermain Hero Khaleed Hyper Carry Ala Oura MVP M1
» Dead Game? Deretan Pemain CS:GO Indonesia yang Pindah ke Game Valorant
» Langsung Set Set Set! Ini 10 Tips Bermain Hero Marksman di Mobile Legends untuk Pemula
» Auto Denger Suara Step Musuh, Rekomendasi Earphone 300 Ribu Buat Main PUBG Mobile
» Mulai Dari Udil ke Alter Ego, Rekap Transfer Pemain Mobile Legends Jelang MPL-ID Season 6
» Biar Tidak Diejek Kawan, Pahami Istilah dalam Game Mobile Legends: Bang Bang!
Bahkan, tim Dota 2 asal Indonesia sendiri pernah melakukan hal ini. Lebih tepatnya adalah para pemain melakukan hal tersebut secara diam-diam tanpa diketahui oleh organisasi. Selain itu ada skandal menggunakan cheat di pertandingan resmi, dan lain-lain. Kru KotGa mencoba merangkum apa saja skandal tersebut. Mari kita lihat:

1. Pengaturan Skor Mahameru ID


Sumber: Ligagame YouTube

Mahameru adalah salah satu tim Indonesia yang sempat mengikuti ajang Joindota League 2015. Di antara kelima pemain, tiga pemain terbukti memasang taruhan untuk lawan mereka dan mengalah di dalam game.

Investigasi yang dilakukan oleh Joindota mengemukakan kalau dua dari pemain Mahameru, yakni SPACEMAN dan Oclaire terbukti memasang taruhan ke arah lawan. Karena mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada komunitas, tim Mahameru serta para pemain yang terlibat dihukum untuk empat musim atau sekitar satu tahun penyelenggaraan Joindota dan turnamen yang mereka selenggarakan.

2. Shanghai Major yang Berantakan


Sumber: LOTA YouTube

Shanghai Major yang digelar 2016 lalu di cap sebagai event paling buruk sepanjang esports Dota 2. Mulai dari masalah siaran, pelayanan para pemain atau penonton, hingga pemecatan salah satu talent membuat Shanghai Major dirundung banyak permasalahan.

Di hari pembukaan, atmosfer negatif mulai merundung Shanghai Major lantaran produksi siaran mengalami banyak masalah. Beberapa pemain bahkan kecurian alat pribadi mereka seperti keyboard dan mouse saat fase grup digelar. Perfect World sebagai penyelenggara dituding sebagai penyebab bobroknya gelaran ini. Berangkat dari kejadian ini, Valve meminta maaf dan melepas Perfect World menuju hari-hari terakhir Shanghai Major.

3. Penggunaan Doping di Pertandingan Resmi


Sumber: LuisZunigaEsports YouTube

Penggunaan doping ini diketahui dari wawancara mantan pemain Cloud9, yaitu Kory "Semphis" Friesen dengan tim dari ESWC 2015.

Pada kesempatan itu, Kory menjelaskan bahwa tidak sedikit pemain profesional yang menggunakan doping . Bahkan, dia mengaku bahwa seluruh roster Cloud9 menggunakan Adderall pada gelaran ESL One Katowice 2015. Tentu saja hal ini merupakan sebuah coreng hitam untuk wajah esports. Apalagi mengingat bahwa Cloud9 merupakan salah satu tim besar yang menguasai skena kompetitif CS:GO.

BACA JUGA BERITA INI
close