space
REVIEW CAPTAIN TSUBASA 2 - WORLD FIGHTERS
Switch
Kamis, 27 Aug 2026

Mode Story Tetap Ramah Fans Anime, Tapi Fitur Kustomisasinya Mengalami Kemunduran

Beralih ke porsi konten tunggal, mode cerita (Story Mode) masih menjadi sajian utama yang dijual. Alur ceritanya berfokus pada drama persaingan sengit di turnamen Internasional U-20. Bagi kalian penggemar berat karyanya, mode ini dipenuhi oleh dialog-dialog emosional, persahabatan, dan rivalitas membara khas anime sport 80-an. Untungnya, ada satu peningkatan kenyamanan (quality of life) yang sangat berguna: kalau kalian termasuk tipe pemain yang malas melihat dialog percakapan panjang yang sering memotong jalannya pertandingan, sekarang ada opsi fleksibel untuk mematikan interupsi cutscene cerita di tengah laga. Jadi, pertandingan bisa berjalan terus dari awal sampai akhir tanpa terhenti-henti oleh percakapan antar karakter.



Sayangnya, kalau bicara soal kebebasan memilih dan kelengkapan fitur kustomisasi, World Fighters justru terasa melangkah mundur beberapa langkah:

  1. Alur Cerita Dibuat Kaku dan Linier: Di seri terdahulu, kalian diberikan kebebasan untuk memilih jalur cerita berdasarkan sekolah atau akademi pilihan di awal permainan, yang memberi nilai ulang (replayability) sangat tinggi. Di sekuel ini, opsi bercabang itu dihapus total. Alur ceritanya dibuat berjalan satu arah tanpa ada variasi pilihan narasi yang berarti.
  2. Karakter Buatan (Create-a-Character) Cuma Pajangan: Fitur buat bikin pemain sendiri (Create-a-Character) memang masih dipertahankan. Tapi sayangnya, peran karakter rakitan kalian di dalam mode cerita utama terasa sangat minim. Karakter buatan kalian tidak punya pengaruh kuat pada perkembangan plot dan cuma terasa seperti figuran yang dipaksakan hadir di tengah-tengah cerita bintang utama.
  3. Pemangkasan Fitur dan Mode Offline: Ini mungkin bagian yang paling banyak dikritik oleh komunitas. Mode untuk meracik tim impian sendiri (Team Creation) serta mode turnamen bebas secara offline malah dicopot dari game ini. Tidak cuma itu, sebagian besar tim nasional tambahan dan karakter-karakter keren terkunci sejak awal. Mau tidak mau, kalian dipaksa buat melakukan grinding berjam-jam di mode cerita cuma demi membuka konten-konten tersebut agar bisa dimainkan di mode tanding biasa.

Baca ini juga :

» Game Gundam Fast-Paced yang Bawa IP ke Arah Baru! Preview GUNDAM ROGUE ORBIT
» Gundam vs Kaiju!? Interview Producer & Director GUNDAM ROGUE ORBIT
» Review Little Nightmares VR: Altered Echoes
» Interview SEGA Football Club Champions 2026
» Football Manager 26
» Review SEGA FOOTBALL CLUB CHAMPIONS 2025
» Football Manager 24
» [VIDEO] 5 Game Sports Seru Untuk Smartphone-mu!

Kesimpulan

Pada akhirnya, Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah sekuel yang bakal memicu reaksi sangat bergantung pada apa yang kalian cari dari sebuah game bola arcade. Game ini ibarat panggung tontonan visual yang sangat memikat dan penuh nostalgia.



Kalau tujuan kalian memainkan game ini hanya untuk bersenang-senang secara santai, menikmati visual jurus super yang menggelegar, dan pamer tendangan spektakuler bareng teman-teman di tongkrongan tanpa perlu pusing memikirkan taktik rumit, maka World Fighters tetap sanggup menyajikan hiburan yang amat seru dan memuaskan dalam durasi singkat.

Namun sebaliknya, kalau kalian datang dengan ekspektasi tinggi mengharapkan sekuel yang lebih berkembang dibanding Rise of New Champions, dengan kedalaman taktik yang terasah, variasi build karakter yang fleksibel, serta kebebasan kustomisasi tim, game ini mungkin bakal terasa cukup mengecewakan. Penyederhanaan statistik yang berlebihan dan dipangkasnya mode-mode penting membuat game ini kehilangan daya tarik jangka panjangnya.

 

 

REVIEW SKOR

Kesimpulan Review

Captain Tsubasa 2 World Fighters

85 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • animasi jurus super yang sangat memukau serta dramatis
  • Mekanik Chain Dribble / Dash Combo baru yang terasa memuaskan saat dieksekusi
  • Tempo permainan lebih kencang dan jauh lebih ramah untuk pemain baru
  • (-) KEKURANGAN
  • Respon pergantian pemain bertahan dan kalkulasi hitbox tackle kurang konsisten
  • Mode Story linier tanpa variasi percabangan cerita

 

BACA JUGA BERITA INI
close