
GUNDAM ROGUE ORBIT bakal jadi seri Gundam yang berbeda pada umumnya. Mengusung combat yang serba cepat, movement agresif, serta sistem customization yang jadi daya tarik utamanya.
Game ini membawa universe baru dengan karakter dan Mobile Suit original, sehingga pemain tidak perlu memahami lore Gundam selama puluhan tahun untuk mengikuti ceritanya. Pendekatan ini juga menjadi upaya Bandai Namco menjadikan GUNDAM ROGUE ORBIT sebagai titik masuk bagi pemain baru.
Setelah mendapatkan kesempatan hands-on, kru KotakGame mau kasih sedikit gambaran lebih jelas mengenai combat, movement, hingga pengalaman bermain GUNDAM ROGUE ORBIT.

Combat Serba Cepat ala Game Action AAA
Hal yang paling menonjol dari berbagai hands-on adalah kecepatan combat GUNDAM ROGUE ORBIT. Gundam Helix memiliki mobilitas tinggi untuk melakukan boost, dash, berpindah posisi dengan cepat, hingga bertarung di udara. Transisi antara ground combat dan aerial combat membuat pertempuran terasa lebih dinamis, bahkan gameplay-nya memiliki nuansa action game modern seperti game action AAA modern.
Namun, kecepatan bukan satu-satunya fokus gameplay. Boost meter dapat mengalami overheating jika digunakan berlebihan, sehingga pemain tetap harus memperhatikan timing dan pengelolaan boost. Sistem Tactical Moves juga memungkinkan pemain melakukan dash dengan efek invulnerability. Jika digunakan tepat saat serangan musuh mengenai pemain, gerakan ini dapat menghasilkan Shift untuk menghindar sekaligus berpindah ke posisi yang lebih menguntungkan.
Combat juga dilengkapi Tactical Skills, Apocalypse Units (AP-Units), dan OVER-RISE. AP-Units dapat digunakan untuk menyerang maupun bertahan, sementara OVER-RISE memberikan peningkatan kemampuan tempur sementara dan membuka akses ke serangan kuat seperti AP Unit Burst. Kombinasi sistem tersebut membuat pertarungan GUNDAM ROGUE ORBIT tidak sekadar mengandalkan kecepatan dan serangan melee, tetapi juga timing serta pengelolaan berbagai kemampuan.

Tiga Preset dengan Gaya Bermain Berbeda
Salah satu bagian menarik dari sesi hands-on adalah keberadaan beberapa konfigurasi Gundam Helix.
Dalam demo yang kami mainkan, tersedia tiga preset utama, yaitu Assault Sword, Whip Sword, dan Sword Lance. Ketiganya tidak hanya memberikan jenis senjata berbeda, tetapi juga mengubah cara pemain menghadapi pertempuran.
Assault Sword berfokus pada pertarungan jarak dekat dengan senjata berukuran besar serta kemampuan grappling untuk mendekati musuh.
Whip Sword memiliki jangkauan serangan yang lebih panjang sehingga pemain dapat menjaga jarak sambil tetap memberikan damage.
Sementara Sword Lance menawarkan mobilitas tinggi dengan kombinasi serangan jarak dekat dan kemampuan jarak jauh tertentu.
Customization Jadi Salah Satu yang Paling Menjanjikan
Meski beberapa di sesi hands-on yang kami coba masih membatasi pemain pada preset tertentu, perbedaan setiap konfigurasi menunjukkan bahwa perubahan weapon, equipment, dan AP-Units tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga gaya bermain.
Intinya customization di game ini berpotensi menjadi fitur penting untuk menentukan bagaimana pemain membangun dan menggunakan Mobile Suit mereka.
Meski demikian, di versi Demo belum cukup jadi acuan untuk mengetahui jumlah kombinasi build maupun seberapa besar perbedaannya di versi final. Untuk saat ini, sistem tersebut lebih tepat disebut sebagai fitur yang menjanjikan daripada customization yang sudah terbukti sangat dalam.
» Gundam vs Kaiju!? Interview Producer & Director GUNDAM ROGUE ORBIT
» Review Captain Tsubasa 2 - World Fighters
» Review Little Nightmares VR: Altered Echoes
» Review SAROS
» Review - METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER
» Review Mafia: The Old Country
» Review Gundam Breaker 4
» Berpetualang di Dunia Padang Pasir Karya Akira Toriyama - Review Sand Land

Boss Battle Melawan Monster yang Menegangkan
Selain pertarungan biasa, GUNDAM ROGUE ORBIT juga menawarkan pendekatan berbeda melalui boss battle. Salah satu boss berupa Drake, APC berukuran raksasa yang tidak bisa dikalahkan hanya dengan menghabiskan health bar.
Pemain perlu menyerang bagian tubuh tertentu seperti sayap dan kaki untuk membuka titik lemah Drake. Saat memasuki kondisi enraged, Drake juga dapat terbang dan melancarkan serangan dari jarak jauh, sehingga pemain harus memperhatikan timing dodge, block, serta posisi Gundam Helix.
Pemain perlu mempelajari pola serangan dan mencari bagian tubuh yang tepat untuk diserang. Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda GUNDAM ROGUE ORBIT, karena musuh yang dihadapi tidak hanya Mobile Suit, tetapi juga makhluk raksasa dengan pola pertarungan yang lebih kompleks.

Tapi, Apakah Tetap Bisa Disebut Gundam?
Di balik berbagai impresi positif, muncul pertanyaan “apakah GUNDAM ROGUE ORBIT masih terasa seperti game Gundam?”. Dengan universe baru, Gundam Helix sebagai Mobile Suit utama, serta musuh original yang tidak selalu berbentuk Mobile Suit, pendekatannya memang cukup berbeda dari gambaran Gundam yang selama ini dikenal.
Pendekatan unik ini menurut kami justru jadi kekuatan. Karena universe baru dapat menjadi titik masuk menarik bagi pemain baru karena tidak membutuhkan pemahaman mendalam terhadap sejarah franchise.
Secara keseluruhan, combat dan movement jadi aspek yang paling menarik, sementara customization dan progression masih perlu pembuktian saat rilis nanti.

Kesimpulan: Berani Bawa IP Gundam ke Arah Baru
GUNDAM ROGUE ORBIT terasa seperti proyek yang cukup berani. Bandai Namco tidak mencoba mengulang formula Gundam yang sudah familiar, melainkan mengemas fantasi menjadi pilot Mobile Suit dengan kecepatan, mobilitas tinggi, persenjataan besar, dan pertarungan udara ke dalam game aksi modern.
Hasilnya memang terasa berbeda, dengan nuansa high-speed, customization yang mempengaruhi gaya bermain, serta boss battle yang terasa menegangkan Hal ini yang membuat GUNDAM ROGUE ORBIT mulai terasa memiliki identitas gameplay-nya sendiri.
GUNDAM ROGUE ORBIT dijadwalkan rilis pada 5 Maret 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC.



