Di tengah persaingan industri game yang semakin sengit, bisa dibilang kebanyakan developer sudah beralih haluan dan mengikuti sistem kerja yang lebih mementingkan keuntungan. Terlepas dari arus industri game yang sudah berubah drastis, buktinya hingga sekarang masih banyak developer yang tetap setia menawarkan game berkualitas yang diinginkan oleh para fans. Seperti dari genre horror misalnya, dimana Resident Evil dan Silent Hill bisa dibilang adalah dua franchise terpopuler yang masih memiliki basis fans terbesar.
Sama-sama mengusung konsep survival-horror yang mencekam, kedua game ini memiliki daya tarik kuatnya sendiri. Jika Resident Evil dikenal luas dari karakter memorable dan pertaurngan hidup mati melawan virus zombie, Silent Hill lebih dikenal dari beragam makhluk halus serta elemen supernatural yang sangat dalam dan misterius. Kedua franchise ini memang sulit dibandingkan, namun pastinya setiap gamer memiliki pendapat sendiri mengenai mana yang terbaik dari keduanya.
Untuk itu, pada artikel special kali ini Kru KotGa akan coba membandingkan Resident Evil dan Silent Hill. Perbandingan ini dibagi menjadi tiga poin yaitu jalan cerita, gameplay serta pengalaman horror yang ditawarkannya. Jadi daripada penasaran, yuk! simak rangkuman lengkapnya dibawah ini.
[BACAJUGA]Jalan cerita
Pertama, mari membahas soal jalan cerita yang disuguhkan oleh kedua franchise ini. Diawali dengan Resident Evil, yang menitikberatkan ceritanya pada konsep bertahan hidup dari sebuah wabah virus yang semakin mengancam dunia. Diawali dengan operasi dimana Chris Redfield dan Jill Valentine di sebuah wilayah terpencil dekat kota Raccoon. Setelah menyaksikan pengaruh dari virus berbahaya yang mengubah penduduknya menjadi monster, kota Raccoon serta beragam wilayah di seluruh dunia mulai terancam dengan virus senjata biologis dari perusahaan Umbrella.
Setiap seri gamenya menceritakan beragam operasi berbeda yang harus ditempuh beberapa karakter utama mulai dari Chris, Leon, Jill, Claire dan masih banyak karakter lainnya. Setiap wilayah di seluruh dunia memiliki wabah virus berbeda dan otak jahat dibaliknya, dan sudah tugas pemain untuk mengungkap rahasia yang ada dan mencegah penyebaran beragam virus berbahaya tersebut. Garis besar cerita dalam Resident Evil memang tidak sulit untuk dipahami, namun Capcom tetap berhasil membuat setiap gamenya terasa misterius dengan menyertakan misteri dan teori yang harus diselami oleh pemain.
Sementara untuk Silent Hill, keseluruhan franchise ini berpusat pada misteri besar yang menyelimuti sebuah tempat bernama Silent Hill. Digambarkan sebagai sebuah kota sunyi yang diselimuti kabut, disini pemain akan dibawa ke dalam beberapa kisah karakter utama biasa tanpa motif yang muluk, namun secara perlahan mereka mulai ditarik dalam sebuah lingkaran misteri mengerikan yang bisa mengancam nyawa. Kita ambil contoh dari game Silent Hill 4: The Room, dimana seorang pria biasa bernama Henry Townshend pada suatu hari ditarik dalam sebuah dunia misterius yang mengubah apartemennya menjadi tempat mengerikan.
Misteri berkepanjangan yang seolah tidak ada celah, bisa dibilang inilah kekuatan utama dalam Silent Hill. Tidak hanya menawarkan kesan horror yang lebih mencekam, setiap serinya juga memiliki banyak plot twist dan kejutan yang akan membuat pemain semakin penasaran dengan konklusi akhirnya. Sebagian gamer mungkin tidak akan merasakan kesan action yang dominan, namun fakta kalau karakter utama yang dimainkan tidak lebih dari orang biasa seperti kita sudah cukup untuk memberikan kesan bertahan hidup yang lebih terasa. Jadi untuk kategori jalan cerita, bisa dibilang Silent Hill lebih superior disini.
Gameplay
Beralih ke gameplay, antara Resident Evil dan Silent Hill sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja Resident Evil sudah lebih banyak mengalami perubahan mekanisme. Jika dulunya kedua franchise ini berfokus pada gameplay shooter dengan sudut pandang kamera "fixed" layaknya CCTV, kali ini Resident Evil sudah beralih menjadi third-person action dan first person shooter yang sama-sama dibangun dengan solid. Resident Evil juga memiliki gameplay gun fight yang lebih seru dimainkan, menjadikan setiap serinya terasa konsisten dan semakin sempurna.
Tidak hanya itu, Resident Evil juga akan merilis versi remake dari Resident Evil 2 yang kembali menghadirkan gameplay third-person shooter khas Resident Evil 4, namun dengan menambahkan opsi sudut pandang kamera dan gameplay yang lebih dinamis. Untuk Silent Hill, sayangnya franchise ini tidak mengalami perubahan yang cukup revolusioner. Konsep gameplaynya masih berfokus pada elemen action klasik, dimana kamu bisa mengambil persenjataan lemah untuk bertahan hidup.
Walaupun tidak sebaik Resident Evil, namun gameplay dalam Silent Hill akan membuatmu terasa seperti karakter yang lemah dan hanya bisa melindungi diri dengan senjata seadanya. Pendekatan konsep ini kemudian digantikan menjadi jauh lebih mencekam lewat proyek P.T Silent Hills yang juga dikerjakan oleh Hideo Kojima. Setelah berhasil menggemparkan industri game lewat demo gameplay yang sangat mencekam dan berkesan, sayangnya proyek tersebut dibatalkan oleh Konami. Untuk kategori ini, Resident Evil jelas adalah rajanya.
[BACAJUGA]Pengalaman horror
Kategori terakhir sekaligus yang paling penting adalah pengalaman horror. Antara Resident Evil dan Silent Hill, disini kedua franchise tersebut sama-sama telah menawarkan sebuah pengalaman game survival-horror yang paling berkesan. Namun jika harus dipilih mana yang terbaik, Kru KotGa rasanya harus memilih Silent Hill. Bukan tanpa alasan tentunya, karena Silent Hill sendiri memiliki lebih banyak elemen misteri yang mengerikan di dalamnya. Setiap monster memiliki latar belakang sendiri dan tidak hanya sebatas zombie yang berkeliaran di Resident Evil, belum lagi cerita penuh plot twist yang ditawarkan juga semakin menambah kesan horror yang dominan di dalamnya.
Meskipun begitu, Resident Evil terkadang juga sering menawarkan banyak momen yang tidak kalah mencekamnya. Seperti saat Chris bertemu dengan zombie untuk pertama kalinya di seri Resident Evil, hingga memasuki rumah terpencil di Resident Evil VII yang dihuni oleh keluarga psycho, setiap momen itu pasti sudah memberikan kesan horror yang tidak terlupakan. Namun tetap saja, jika harus memilih mana yang terbaik, Silent Hill tetap yang terbaik jika sudah berurusan dengan pengalaman horror.
Jika melihat perbandingan di atas, normalnya Silent Hill memang lebih unggul disini, namun Kru KotGa tentu saja tidak bisa menentukannya secara sepihak. Tentu saja ada potensi Silent Hill bisa lebih superior dibandingkan Resident Evil, apalagi jika franchise tersebut masih mendapat dukungan dari Konami. Karena eksitensi Resident Evil masing sangat kokoh dan menjadi salah satu franchise unggulan Capcom, tentu saja posisinya sebagai franchise survival-horror terbaik sudah tidak bisa terelakan. Lalu bagaimana dengan pendapat Kotakers sendiri? Mana yang lebih superior diantara kedua franchise ini?
(KotakGame)

