space
REVIEW HORIZON FORBIDDEN WEST
PS5
Senin, 14 Feb 2022
prev
1 dari 3
next
Horizon Zero Dawn telah sukses menarik perhatian para pemain game AAA. Dibekali dengan visual yang sangat cantik, gameplay menantang, serta alur cerita yang menarik untuk diikuti. Tidak mengherankan kesuksesannya sebagai salah satu game eksklusif di PlayStation awalnya, akhirnya tuju ke PC demi menjawab keinginan fans dan gamer PC. Setelah empat tahun lebih sejak perilisan Zero Dawn pertama kali, Guerrilla selaku developer akhirnya meluncurkan sekuelnya pada Februari 2022, yang berjudul Horizon Forbidden West.

[BACAJUGA] Horizon Forbidden West menjadi sekuel dari game pertamanya, yang rilis secara eksklusif untuk PS4 dan PS5. Game ini hadir dengan cerita dan konsep baru, serta mendapatkan berbagai peningkatan dan tambahan seperti tingkat pencahayaan, grafis, gameplay, audio, dan masih banyak lagi. Kali ini, kru KotGa mendapatkan kesempatan untuk mencoba Horizon Forbidden West sekaligus mengulasnya lebih dalam. Penasaran dengan review kru KotGa? Simak ulasannya berikut ini.

Kembalinya Petualangan Aloy Demi Menyelidiki Wabah Misterius

Horizon Forbidden West melanjutkan kisah petualangan Aloy setengah tahun kemudian setelah kejadian di Horizon Zero Dawn. Pemburu muda perempuan asal suku Nora yang dikenal pemberani ini, ditugaskan ke wilayah perbatasan misterius yang membentang Utah ke pantai Pasifik, demi menyelidiki wabah misterius mematikan. Banyak makhluk hidup yang terinfeksi meninggal, serta kelaparan yang terus melanda. Di sepanjang perjalanannya, Aloy akan melintasi berbagai wilayah yang belum dijamahnya, menghadapi ancaman dari musuh-musuh mesin baru hingga ekosistem alam mematikan yang terkesan seperti racun.




Kehidupan di Bumi sudah mendekati kepunahan. Bukan hanya virus yang membawa penyakit dan kebusukan bagi alam, melainkan mesin-mesin kembali berkeliaran di perbatasan mereka. Hanya Aloy yang dapat mengungkapkan rahasia di balik bencana wabah misterius, dan mengembalikan keseimbangan dunia. Terlebih lagi, ia juga akan bertemu kembali dengan teman-teman lamanya, menelusuri bioma-bioma memukau seperti pantai tropis, gurun, pegunungan bersalju, dan kota-kota yang telah hancur.




Namun, guna menghindari spoiler atau mungkin dari para pemain yang bertanya-tanya mengenai alur kisah di dalam Horizon Forbidden West, kami menyarankan untuk memainkan Horizon Zero Dawn terlebih dahulu. Apalagi mengingat seri ini merupakan sekuel dari Zero Dawn, yang tentunya dapat memberikan gambaran kepada para pemain mengenai apa maksud konsep dan tujuan dari game Horizon.

Tambahan Fitur yang Penuh Aksi




Buat yang pernah memainkan Horizon Zero Dawn, tentu akan merasa cukup familiar dengan gameplay yang ditawarkan di Forbidden West. Akan tetapi dengan versi yang telah banyak disempurnakan dan ditambahkan. Dengan begitu, pemain-pemain baru tidak perlu mengkhawatirkan gameplay, apabila belum pernah memainkan seri sebelumnya. Namun ada satu hal yang mana sebelumnya mekanisme panjat-memanjat membuat frustasi, kini di Forbidden West justru menjadi perhatian besar.

[BACAJUGA]



Dunia yang jauh begitu indah, membuat Forbidden West kaya akan eksplorasi yang bebas. Menampilkan banyak medan berbatu yang dibangun, di situlah Aloy bisa menjalankan aksi pendakiannya ke wilayah yang dituju. Atau bertemu dengan monster-monster mesin lebih ganas, namun dipadukan dengan aksi memanjat pohon yang lebih gesit. Berbicara mengenai mekanisme memanjat, Guerrilla tampak telah bekerja dengan baik untuk memperbaruinya.




Pullcaster, menjadi salah satu mekanisme yang telah ditambahkan di Horizon Forbidden West. Memiliki bentuk layaknya grappling hook, Pullcaster memungkinkan Aloy untuk memanjat lebih cepat ke titik yang lebih sulit dijangkau secara cepat, serta menarik objek keras yang menyatu dengan bebatuan. Bukan soal memanjat, alat ini juga bisa membantu Aloy terhindar dari hambatan atau serangan musuh. Bahkan, Pullcaster dapat digunakan bersama dengan tool lainnya seperti Shieldwing.




Jika Pullcaster berupa grappling hook, Shieldwing justru merupakan glider holographic yang mampu menarik Aloy ke tebing terdekat. Atau juga bisa membuatnya turun dari ketinggian dengan aman, maupun mengejutkan musuh dari atas. Memanfaatkan kedua alat tersebut baik selama eksplorasi maupun battle, membuat gameplay Horizon Forbidden West menjadi lebih bermanfaat dan patut disambut baik oleh para pemainnya.




Memanjat antar tebing atau akar-akar pohon yang bergantung, bukan menjadi kekhawatiran pemain. Pasalnya, pemain akan mudah menemukan banyak Grapple Point di seluruh tempat. Sehingga Aloy bisa bebas untuk memanjat maupun bergerak di lingkungan terbuka yang luas. Di samping itu, Horizon Forbidden West memberikan opsi sistem Free Climbing, yang menggabungkan grapple, berenang, dan aksi lainnya untuk menjadikan pertempuran dan eksplorasi Aloy lebih strategis. Sistem ini juga menjadi nilai plus yang kami sukai, karena mampu menggabungkan berbagai macam aksi yang belum pernah dilakukan di Zero Dawn.




Mengesampingkan mekanisme panjat-memanjat, tidak lupa tool Focus tentunya kembali hadir di Forbidden West dengan versi yang telah ditingkatkan. Sebagai informasi, Focus merupakan perangkat augmented reality di dunia Horizon, yang memungkinkan Aloy mempelajar sekaligus mendeteksi pergerakan mesin, serta mampu merespon terhadap sikap dan suara penggunanya. Focus dapat diaktifkan dengan menekan R3 untuk scanning di sekitar Aloy, menampilkan sumber daya untuk dikumpulkan, dan menyoroti bagian yang dapat dipanjat dengan garis dan tanda kuning.




Lalu seperti apa peningkatan dari tool Focus milik Aloy ini? Pemain memang masih bisa melakukan scan musuh robot dan mengetahui elemen yang dapat dilepas, tetapi kini bisa menggunakan D-Pad untuk lebih berfokus pada elemen-elemen tersebut. Terlebih lagi, pemain juga bisa menandai part tertentu dari robot, bukan hanya secara keseluruhan lagi.

Combat Terlihat Lebih Mulus




Dari segi combat, Horizon Forbidden West juga mendapatkan penyempurnaan dari versi sebelumnya, dan ditambah dengan alat dan kemampuan baru. Seperti Zero Dawn, pemain bisa memanfaatkan workbench untuk meningkatkan senjata maupun kostum dengan membuka perk, slot mod, dan skill baru tentunya. Horizon Forbidden West juga menawarkan level kustomisasi yang lebih tinggi dan kemampuan baru untuk dibuka. Selain itu, sistem Skill Tree masih kembali, yang juga mendapatkan peningkatan dari Zero Dawn. Skill memang masih bisa dibeli dan dibuka saat pemain level up, namun Guerrilla mendesain ulang Skill Tree dengan tambahan tracks dan skill.




Valor Surge menjadi salah satu daya tarik combat yang hadir di Horizon Forbidden West. Ada beberapa jenis Valor Surge yang bisa digunakan Aloy, dan dibuka melalui Skill Tree dengan mengeluarkan Skill Points. Perlu diketahui, masing-masing Valor Surge memiliki efek yang berbeda-beda. Untuk mengaktifkannya, pemain harus mengisi penuh energy bar melalui battle. Ketika bar sudah terisi penuh, maka pemain dapat melancarkan kemampuan Valor Surge yang luar biasa dahsyat.




Guerrilla benar-benar memperhatikan hampir sebagian detail dari game sebelumnya, yang kemudian diimplementasikan mendekati sempurna di Forbidden West. Seperti halnya melee combat yang mengalami peningkatan, khususnya dari segi animasi ketika Aloy melancarkan serangannya. Tidak lagi ada pergerakan kaku maupun patah-patah, penampilan animasinya terlihat mulus dan stabil.




Atau jika pemain ingin melihat pembuktiannya, bisa mencoba kemampuan Resonator Blast. Kemampuan ini menuntut Aloy untuk melakukan charge pada tombaknya dengan serangan cepat secara berturut-turut. Dan ketika mulai bersinar, barulah bisa melancarkan serangan yang sangat kuat. Bahkan, Resonator Blast juga bisa menyebabkan transfer energi ke musuh, menembak mereka dengan busur panah, dan ledakan besar dengan tingkat kerusakan tinggi.

Visual Cantik dan Pemanfaat DualSense yang Baik




Meskipun secara visual tidak jauh berbeda dari pendahulunya, Forbidden West layak diacungi jempol untuk soal menghadirkan pemandangan yang sungguh memanjakan mata. Kami memainkannya di PS5, dan lanskap yang ditawarkan jauh lebih detail. Apalagi ketika berada di setiap bioma yang berbeda, kami akui game ini luar biasa indah dan menakjubkan. Terlebih lagi, Guerrilla menyuguhkan dua opsi pengaturan untuk visual. Di antaranya adalah Favor Resolution dan Favor Performance. Ini kembali lagi kepada selera masing-masing pemain. Lebih mengutamakan performa di game lebih baik, atau resolusi tinggi namun dengan frame rate terendah.

[BACAJUGA]



Tidak hanya visualnya yang indah, animasi di dalam Forbidden West juga menjadi salah satu poin keunggulan. Animasi di sekuelnya digarap lebih halus dan mulus, baik ketika eksplorasi maupun di saat pertarungan dimulai. Ketika setiap karakter memperlihatkan ekspresinya juga tidak terlihat kaku, yang mana gerakan dan wajah mereka telah dianimasikan lebih baik. Satu hal lagi yang membuat kami berkesan adalah detail tekstur pada objek seperti pakaian yang dikenakan setiap karakter, air, dan masih banyak lagi.




Layaknya game PS5 pada umumnya, Horizon Forbidden West telah memanfaatkan fitur Haptic Feedback dan Adaptive Trigger dengan baik. Kami merasakan ketegangan dengan getaran kontroler yang cukup baik, ketika hendak menarik busur panah untuk menembakkan objek maupun musuh. Fitur getaran pada DualSense juga kami rasakan saat Aloy menahan tombaknya demi melancarkan kekuatan serang yang lebih besar. Penggunaan senjata maupun alat di dalam game ini kebanyakan memanfaatkan Adaptive Trigger maupun Haptic Feedback, tanpa ada gangguan dan tidak terlalu berlebihan. Bukan hanya itu saja. DualSense juga lebih imersif setiap kali mesin-mesin berada di sekitar Aloy.




Selain visual dan grafisnya yang memukau, kami mengakui bahwa audio 3D di Horizon Forbidden West terbilang memuaskan. Audio 3D terasa imersif selama eksplorasi dan bertarung, dimana pemain bisa mendengar obrolan karakter lain, bunyi gerakan senjata atau equipment, maupun environment yang ada di sekitarnya. Sementara ketika berada dalam pertempuran, fitur audio spasial bisa membantu pemain untuk mendeteksi musuh atau mesin yang berada di dekatnya. Sehingga pemain bisa lebih waspada terhadap pergerakan musuh dan tidak merasa dikejutkan olehnya.

Kesimpulan

Horizon Forbidden West hadir sebagai sekuel Horizon yang dirancang secara apik. Guerrilla telah bekerja dengan baik untuk menghadirkan berbagai macam peningkatan, yang menjadi jawaban atas kelemahan dari seri sebelumnya. Secara gameplay memang tidak jauh berbeda, dan masih menampilkan mekanisme yang penuh aksi. Namun siapa sangka, developer tergerak untuk berinovasi dalam menggarap mekanisme aksi baru bagi Aloy, yang menjadikan gameplay Forbidden West lebih bermakna dan hidup. Salah satunya yang patut diacungi jempol tentu aksi panjat-memanjat dan alat Pullcaster, sebagai tool bermanfaat guna meruntuhkan hambatan-hambatan di sepanjang perjalanan.




Kami juga menilai baik Horizon Forbidden West dari segi visual dan performa. Dua opsi pengaturan grafis seperti Favor Performance dan Favor Resolution, yang bisa kami katakan bahwa keduanya sama-sama baik dalam menghadirkan keseimbangan antara performa dan grafis beresolusi tinggi. Animasi karakter terlihat lebih mulus dan mendetail dimana kami bisa melihat pergerakan wajah atau ekspresi karakter tidak tampak kaku. Tak hanya itu, Horizon Forbidden West memanfaatkan keuntungan fitur-fitur yang dimiliki PS5. Mulai dari penggunaan Haptic Feedback dan Adaptrive Trigger yang sesuai serta tidak mengganggu permainan, audio 3D yang membuat permainan terasa nyata, hingga load times yang sepertinya hampir tidak ada loading sama sekali ketika mengalami transisi dari scene ke gameplay maupun pertarungan.

Kesimpulan Review: Horizon Forbidden West

85KotakGame.com RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Animasi karakter mulus
  • Adanya haptic feedback dan adaptive trigger
  • Fitur 3D audio
  • Aksi panjat dan menyelam yang menantang
  • Load times lebih cepat
  • Focus telah disempurnakan
  • (-) KEKURANGAN
  • Gameplay tidak banyak berubah
  • Opsi Guide yang terkadang tidak memberikan petunjuk sepenuhnya

prev
1 dari 3
next
BACA JUGA BERITA INI
close