Membawa Mahakarya ke Genggaman

Kalau ngomongin soal kasta tertinggi genre action hack-and-slash modern, nama Devil May Cry 5 (DMC 5) buatan Capcom jelas duduk santai di singgasana teratas. Pas pertama kali rilis tahun 2019 lalu, game ini sukses bikin gamer sedunia melongo lewat visual fotorealistik dan animasi karakter yang super mulus—semuanya berkat keandalan RE Engine. Nah, setelah sebelumnya dapet upgrade mewah di PS5 dan Xbox Series X|S lewat Special Edition, sekarang Capcom bikin manuver yang nekat sekaligus genius: membawa game super berat ini ke konsol hybrid anyar Nintendo lewat judul resmi Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition di Switch 2!
[BACAJUGA]
Awalnya, proyek porting ini bikin banyak pihak skeptis. Pertanyaannya satu: apa iya mesin portabel sekecil itu sanggup ngangkat game sekelas DMC 5? Apalagi Switch 2 harus pintar-pintar bagi tugas antara menghemat baterai pas mode handheld dan geber performa pas dicolok ke dock. Tapi, berdasarkan ulasan dari media raksasa kayak Digital Foundry, Nintendo Life, dan Creative Bloq, Capcom sukses besar. Ini bukan sekadar port malas-malasan, tapi bukti kalau performa Switch 2 emang sudah jauh melompati era PS4.
Mengulik Keajaiban DLSS dan Tensor Cores

Buat game aksi berkecepatan tinggi yang butuh refleks secepat kilat, frame-rate yang stabil itu harga mati. Di sinilah Switch 2 benar-benar unjuk gigi. Pas main di Docked Mode (dicolok ke TV), game ini sukses jalan di target 60fps dengan sangat konsisten. Capcom sengaja mengunci frame-rate di angka 60 ini supaya input kontrol kita tetap instan dan visualnya enggak naik-turun. Keputusan ini patut diacungi jempol, mengingat versi PS4 dulu sering banget framerate-nya drop pas pertarungan lagi ramai-ramainya.
Tapi, rahasia dapur aslinya ada di balik sulap resolusinya. Di mode Docked, Switch 2 sebenarnya cuma merender game ini di resolusi internal dasar sekitar 540p aja untuk meringankan beban kerja GPU. Nah, di sinilah teknologi AI milik NVIDIA, yaitu DLSS (Deep Learning Super Sampling), masuk sebagai pahlawan. Chip kustom NVIDIA di Switch 2 ini sudah dibekali hardware khusus pemroses AI yang namanya Tensor Cores.
Data gambar 540p yang masih mentah tadi, digabung sama data arah gerak objek (motion vectors) dari RE Engine, langsung diproses oleh algoritma pintar DLSS. Karena AI ini sudah dilatih pakai jutaan gambar beresolusi raksasa hingga 16K, dia bisa menebak dengan akurat di mana harus nambahin piksel baru untuk mendongkrak gambar 540p tadi jadi kelihatan tajam di resolusi 1080p pada layar TV. Hasilnya? Gokil banget. Gambarnya terasa jauh lebih bersih dibanding versi PS4 dulu yang sering kelihatan buram atau bergerigi (jaggies) pas karakter bergerak cepat. Ditambah lagi, waktu loading yang dulu lama banget di PS4, sekarang cuma butuh hitungan detik berkat SSD Switch 2.
Mode Handheld: Kompromi Visual Demi Kelancaran Bermain
Terus, gimana ceritanya kalau Switch 2 dicabut dari dock dan dimainin sambil rebahan? Di Handheld Mode, sistem bakal menurunkan resolusi internalnya secara agresif demi menghemat baterai, yaitu ke kisaran 360p. Penurunan drastis ini jelas ada imbasnya ke kualitas visual.

Karena modal informasi pikselnya terlalu sedikit, AI DLSS agak keteteran bikin rekonstruksi yang sempurna. Hasilnya, visual game bakal kelihatan lebih lembut atau agak blur (soft). Beberapa reviewer juga mencatat adanya sedikit artefak (gambar pecah sesaat) pas kamera berputar cepat, plus efek rambut karakter yang kelihatan agak "bersemut". Untungnya, kompromi visual ini dibayar tuntas karena performanya tetap kokoh di 60fps tanpa drama.
[BACAJUGA]
Catatan Penting: Jangan coba-coba menyalakan output 120Hz di pengaturan Switch 2 buat game ini. Memang sih, game bakal beralih ke mode High Frame Rate (unlocked) di kisaran 80-90fps. Tapi karena Switch 2 belum mendukung VRR (Variable Refresh Rate), visualnya malah bakal terasa patah-patah (stuttering) parah yang bikin pusing.
Konten yang Terpaksa Dipangkas

Secara konten, Devil Hunter Edition ini sebenarnya lumayan padat. Kamu udah dapet game utama, karakter Vergil, kostum alternatif, trek musik klasik, sampai senjata nostalgia kayak Mega Buster milik Nero. Sayangnya, ini belum bisa dibilang edisi paling lengkap.
Demi menjaga stabilitas performa, Capcom terpaksa menyunat dua fitur besar yang ada di versi PS5 dan PC:
-
Legendary Dark Knight Mode: Mode ekstrem yang membanjiri layar dengan musuh yang jumlahnya berkali-kali lipat. Mode ini absen karena CPU Switch 2 bakal megap-megap kalau harus memproses AI musuh sebanyak itu sambil mempertahankan 60fps.
-
Turbo Mode: Opsi buat mempercepat tempo gameplay sebesar 20%.
Karakter Gameplay: Seru, tapi Ada Satu yang Bikin Bosan
Untungnya, pesona utama dari sistem pertarungan DMC 5 sama sekali enggak berkurang di Switch 2. Game ini tetap punya salah satu mekanik combat terbaik di industri game berkat tiga karakter utama yang gaya mainnya beda banget.

-
Nero cocok banget buat pemain baru karena seimbang. Pedang Red Queen dan pistol Blue Rose miliknya makin asyik dikombinasikan dengan Devil Breaker—lengan mekanis yang bisa diganti-ganti buat nembakin rudal atau nyetrum musuh.
-
Dante adalah surga buat para veteran yang suka kombo rumit. Kamu bisa gonta-ganti empat style bertarung secara instan pakai D-Pad sambil geber kombo gila pakai senjata andalannya, termasuk sepeda motor Cavaliere R.
[BACAJUGA]
-
Vergil juga hadir dengan kecepatan tebasan pedang Yamato-nya yang selalu memuaskan dan bikin betah main berkali-kali.
Satu-satunya kelemahan yang mesti kami bilang ada pada karakter V. Gaya mainnya terasa terlalu pasif karena dia cuma berdiri di belakang sambil baca buku puisi, sementara tiga makhluk peliharaan miliknya yang maju bertarung. Mekanik ini dinilai agak merusak ritme permainan yang aslinya intens, mirip kayak keluhan sistem Demon Slave di game Bayonetta 3.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition adalah sebuah keajaiban porting yang jempolan. Kemampuan RE Engine milik Capcom dalam mengoptimalkan performa 60fps yang stabil di dalam genggaman adalah nilai jual yang enggak bisa didebat.
REVIEW SKORKesimpulan Review
Coffee Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition
- (+) KELEBIHAN
- Gameplay mulus, bahkan mampu 120fps
- Visual makin oke dengan AI dari DLSS
- Experience menggunakan joycon Switch terasa fresh
- (-) KEKURANGAN
- Memangkas fitur-fitur yang ada di PC

