



Kesuksesan Clair Obscur: Expedition 33 memang datang dari bagaimana game mereka yang dirasa dibuat dengan cinta. Membuat game turn-based RPG yang dari sisi combat sangat adiktif, cerita yang solid, karakter yang lovable, sampai dunia yang dibuat dengan sempurna. Tapi banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa Sandfall Interactive selaku developer dari game ini merupakan bentukan dari beberapa ex-Ubisoft.
Baca ini juga :
» Krisis Ubisoft 2026: Ribuan Karyawan Mogok Kerja Massal
» Collector’s Edition Clair Obscur: Expedition 33 Disita Bea Cukai Irak, Dikira Artefak Kuno
» Ubisoft Batalkan Prince of Persia Remake Beserta 5 Project Lainnya
» Ubisoft Layoff 71 Karyawan Ubisoft Halifax Seminggu Setelah Berserikat
» Ubisoft Kena Hacked, Rainbow Six Siege Kena Dampak Paling Besar!
» Gunakan Gen-AI, Gelar GOTY Clair Obscur: Expedition 33 Dicabut Dari The Indie Games Award
» Director Clair Obscur: Expedition 33 Terima Kasih Kepada Video Youtube dan Hironobu Sakaguchi untuk GOTY
» FX Resmi Angkat Serial “Far Cry”, Adaptasi Yang Ambisius?
Ya, Ubisoft memang tidak dikenal dengan game turn-based RPG mereka, tetapi para jenius dari Sandfall Interactive buktikan bahwa banyak gamers yang masih cinta dengan genre ini.
We are currently the top reviewed game on @metacritic for 2025.
— Clair Obscur: Expedition 33 (@expedition33) April 25, 2025
Speechless.
So many incredible games have been released this year.
Thank you.
Thank you, thank you, thank you. pic.twitter.com/Gg7ABd6o7g
Jika membicarakan turn-based RPG memang belakangan ini beberapa game genre ini datang dari studio Jepang. Sebut saja Persona, Metaphor Refantazio, Dragon Quest, Suikoden, dan lainnya. Ya untuk developer Barat ada memang Larian dengan CRPG mereka tetapi membicarakan turn-based klasik, Sandfall Interactive mungkin yang berhasil menyempurnakan formula ini.
Jadi ya memang harapan para gamers mendapatkan game dengan kualitas papan atas dengan team yang memang cinta dengan game mereka, seperti ini. Sandfall Interactive berhasil mencuri rasa sayang para gamers dengan passion mereka, seperti Larian Stuiod yang sempat lakukan dengan Baldur's Gate 3.