



Dalam ajang Game Developers Conference yang digelar di San Francisco tahun ini, Valve mempresentasikan rencana besar mereka terkait ekosistem perangkat keras Steam. Presentasi tersebut membahas berbagai hal yang perlu diperhatikan pengembang agar game mereka bisa mendapatkan status verifikasi untuk perangkat Steam generasi berikutnya. Menariknya, fokus pembahasan bukan lagi hanya pada Steam Deck, tetapi juga pada dua perangkat baru yang sedang disiapkan Valve, yakni Steam Machine dan headset VR terbaru bernama Steam Frame.
Valve menjelaskan bahwa proses verifikasi untuk Steam Machine pada dasarnya cukup sederhana bagi para pengembang. Jika sebuah game sudah lolos verifikasi untuk Steam Deck, maka secara umum game tersebut juga berpotensi mendapatkan status yang sama di Steam Machine. Namun ada satu syarat tambahan yang harus dipenuhi, yaitu performa minimal 30 frame per detik pada resolusi 1080p. Target ini dianggap masuk akal karena perangkat keras yang digunakan Steam Machine disebut jauh lebih kuat dibandingkan hardware yang ada di Steam Deck.

Menariknya, Valve tidak menyebutkan penggunaan teknologi seperti upscaling atau frame generation dalam persyaratan tersebut. Artinya, target 30 fps kemungkinan besar mengacu pada performa native tanpa bantuan teknologi peningkatan performa tambahan. Meskipun angka 30 fps terdengar rendah untuk standar PC modern, Valve menilai bahwa jika sebuah game terbukti sepenuhnya dibatasi oleh GPU dalam kondisi tersebut, teknologi seperti upscaling tetap bisa membantu meningkatkan pengalaman bermain setelahnya.
Selain performa, persyaratan kontrol untuk Steam Machine juga akan mengikuti standar yang sama seperti Steam Deck. Namun ada satu perbedaan penting. Karena perangkat ini dirancang untuk digunakan dengan monitor atau televisi berukuran besar, Valve tidak menetapkan target khusus terkait keterbacaan teks atau resolusi tampilan seperti yang diperlukan pada layar kecil Steam Deck.

Sementara itu, untuk perangkat VR terbaru mereka, Steam Frame, pendekatannya sedikit berbeda. Game yang dijalankan melalui streaming dari PC tidak memerlukan proses verifikasi khusus karena secara teknis tetap berjalan langsung di komputer pengguna. Namun untuk fitur “stand-alone play”—di mana headset menjalankan game secara mandiri menggunakan chip Arm yang tertanam—Valve menetapkan persyaratan performa yang lebih tinggi. Game VR harus mampu berjalan pada 90 frame per detik agar mendapatkan verifikasi, sementara aplikasi atau game 2D cukup memenuhi target 30 fps pada resolusi 720p.
Perkembangan spesifikasi ini juga memberikan gambaran lebih jelas tentang arah strategi perangkat keras Valve ke depan. Meski Steam Machine kembali diperkenalkan, beberapa pengamat industri justru melihat Steam Frame sebagai produk yang lebih menarik. Persyaratan performa minimal 30 fps pada Steam Machine memang masih sejalan dengan standar konsol, tetapi bagi sebagian pemain PC modern, angka tersebut terasa cukup rendah mengingat ekspektasi performa saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dua dekade lalu.

Selain membahas spesifikasi teknis, Valve juga memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi para pengembang yang ingin memastikan game mereka berjalan optimal di ekosistem SteamOS. Salah satu saran yang paling disorot adalah dukungan terhadap mode offline, bahkan sejak pertama kali game dijalankan. Valve menilai fitur ini penting karena banyak perangkat Steam dirancang untuk pengalaman bermain yang fleksibel, termasuk saat tidak terhubung ke internet.
Baca ini juga :» IGRS Akhirnya Resmi Terintegrasi Dalam Steam
» Diskon Gila-gilaan! Game ATLUS & SEGA Turun Harga di Steam Year of the Horse Sale
» Valve Dituntut Oleh Aktivis Inggris Karena Dianggap Monopoli dan Tidak Adil
» Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Diskon Besar dari Square Enix di Steam!
» Game Gratis di Epic Games Malah Bikin Penjualan di Steam Melonjak? Ini Alasannya!
» Jadwal Lengkap Steam Sale 2026: Catat Tanggalnya!
» Game Dev Ini Hapus AI Slop Game Karena Sang Pacar Tidak Suka AI Gen
» Dev Peak Gembira Akhirnya Kantor Mereka Dikirimi Coklat Oleh Valve Setelah Sukses di Steam
Valve juga menekankan bahwa optimalisasi untuk perangkat dengan spesifikasi lebih rendah dapat membantu memperluas jangkauan pemain secara signifikan. Selain itu, perusahaan melihat tren meningkatnya jumlah pemain yang menggunakan controller dibandingkan keyboard dan mouse tradisional, sehingga dukungan kontroler yang baik menjadi aspek penting dalam desain game modern. Para pengembang juga didorong untuk mempersiapkan game mereka agar kompatibel dengan perangkat SteamOS generasi mendatang yang kemungkinan akan terus berkembang.

Satu hal yang cukup jelas dari presentasi ini adalah bahwa Valve masih serius mengembangkan lini perangkat kerasnya. Meskipun industri teknologi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis global pada pasokan memori dan komponen, perusahaan tetap melanjutkan rencana ekspansi ekosistem Steam mereka. Dengan hadirnya Steam Machine generasi baru serta headset Steam Frame, Valve tampaknya ingin membangun platform gaming yang semakin luas—dari PC, perangkat portabel, hingga realitas virtual—semuanya terhubung dalam satu ekosistem Steam.