space
CASE STEAM DECK RUSAK OLEH BAYI, GAMER INI DIBERIKAN GANTINYA SECARA GRATIS
PC
1 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Seorang ayah baru-baru ini bilang kalau dia bakal jadi pelanggan seumur hidup Valve, cuma gara gara satu hal yang kelihatannya sepele tapi ngena banget di hati. Ceritanya dia punya Steam Deck, dan seperti biasa Steam Deck itu kan datang dengan hard case bawaan buat dibawa ke mana-mana. Nah masalahnya, suatu hari bayinya muntah dan kena tepat di case Steam Deck itu, sampai bener bener gak layak dipakai lagi.

Si ayah ini akhirnya kontak Steam Support, niatnya cuma satu, nanya apakah dia bisa beli case baru sebagai pengganti. Jadi bukan minta gratis, bukan komplain, cuma pengin tahu cara resmi buat ganti casing yang udah jadi korban bayi. Tapi di luar dugaan, respons Valve malah jauh lebih baik dari yang dia harapkan. Steam Support ngabarin kalau mereka sudah langsung pesan case pengganti dan bakal kirim ke dia, tanpa biaya sama sekali.

Dia sampai bilang kalau Valve sekarang punya pelanggan seumur hidup, hanya karena hal kecil seperti ini. Buat sebagian orang, dapet case gratis mungkin terdengar sepele, tapi buat dia ini bentuk pelayanan yang tulus dan bikin dia merasa dihargai sebagai pengguna. Dia juga bilang kalau hal hal kecil seperti ini dalam layanan pelanggan tuh punya arti besar. Apalagi di zaman sekarang, di mana banyak perusahaan game atau teknologi cenderung kaku soal garansi dan aturan, cerita kayak gini jadi kelihatan kontras banget.

Kalau dibandingin dengan pengalaman customer service di industri game pada umumnya, kasus Valve ini bisa dibilang contoh ideal gimana cara bikin fan loyal tanpa perlu promo aneh aneh. Banyak pemain game yang justru sering cerita pengalaman kurang enak, mulai dari refund yang susah, garansi ribet, sampai respons support yang lama. Di thread yang sama, ada juga orang lain yang curhat kalau dia pernah coba minta refund game setelah 13 hari dan cuma main sekitar 68 menit, tapi tetap ditolak, padahal dia ngaku itu salah dia juga karena kelamaan. Dia bilang dia tetap suka platformnya, tapi kadang masih ada momen yang bikin heran.

Baca ini juga :

» Valve Kembali Digugat! Kali Ini Oleh Organisasi Non-Profit Belanda
» Harga Persona 4 Revival Di Indonesia Jadi Harga Game Termurah Di Dunia?
» Steam Dituduh Monopoli Penjualan Game, Gabe Newell Menyangkal Hal Ini
» CEO Epic Games Sindir Valve dan Gaben Soal Kenaikan Harga Steam Deck
» Valve Menaikan Harga Steam Deck OLED, Handheld Gaming Udah Gak Affordable?
» Kesalahan Pengiriman Steam Controller Berujung Hadiah Game Gratis!
» Steam Controller Baru Rilis, Langsung Jadi Korban Scalper!
» Tersangka Pelaku Penembak Donald Trump Ternyata Seorang Developer Game!

Di tengah konteks kayak gitu, sikap Valve di cerita Steam Deck case ini berasa beda sendiri. Mereka gak cuma patuh aturan, tapi nunjukin empati ke situasi user yang lagi repot sebagai orang tua baru. Dari sisi branding, hal kayak gini justru jauh lebih kuat daripada iklan besar besaran, karena datangnya dari pengalaman nyata pengguna yang dengan senang hati ngebagiin cerita positifnya ke internet. Postingan soal kejadian ini juga rame banget dilihat dan direspons orang, nunjukin kalau komunitas gamer sangat menghargai contoh pelayanan kayak gini.

Buat gamer, apalagi yang sudah invest di ekosistem tertentu, rasa aman kalau ada apa apa dengan perangkat itu bakal jadi nilai plus besar. Valve lewat cerita ini seolah ngirim pesan kalau mereka bukan cuma jualan hardware dan game, tapi juga siap berdiri di sisi pengguna ketika terjadi hal yang di luar kontrol, bahkan kalau penyebabnya sesimpel bayi muntah di case. Dari satu case pengganti gratis, mereka bukan cuma menyelamatkan satu Steam Deck, tapi juga ngunci satu pelanggan yang sekarang merasa punya keterikatan emosional ke brand. Cerita ini akhirnya muter ke mana mana di dunia maya, jadi contoh kalau kadang yang bikin orang cinta sama satu perusahaan bukan cuma produknya, tapi gimana mereka diperlakukan sebagai manusia di balik akun.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close