



Siapa sangka game yang dulu membutuhkan spesifikasi PC mumpuni di tahun 2004, sekarang bisa berjalan mulus di atas aplikasi web yang biasa kita pakai buat buka media sosial?
Dua developer independen, Slqnt dan 98006, baru saja merilis proyek web port tidak resmi dari Half-Life 2. Gak tanggung-tanggung, porting ini mencakup seluruh campaign utama cerita Gordon Freeman, lengkap dengan dua DLC tambahannya, yaitu Episode 1 dan Episode 2.
Gimana Cara Kerjanya? Ini Bukan Cloud Streaming!
Hal pertama yang wajib kamu tahu: ini bukan cloud streaming kayak Xbox Cloud Gaming atau GeForce Now yang butuh internet kencang anti-lag. Game ini berjalan secara native memanfaatkan hardware komputer kamu sendiri.
Di balik layarnya, ada perpaduan teknologi web modern yang gokil:
» Setelah Dirujak Gamers Di Internet, Game Cinder City Turunkan Rekomendasi Speknya!
» Shuhei Yoshida Bagikan "Review" Experiencenya Mencoba Steam Machine
» Game Asal Korea, Cinder City Rekomendasikan RAM 64GB. Jadi Game Paling Demanding?
» Tim Sweeney: Valve Kehilangan Peluang Karena Absennya Fortnite dan Genshin Impact dari Steam
» Steam Summer Sale Tiba! SEGA & ATLUS Tebar Diskon Gila-Gilaan hingga 65%
» Steam Machine Resmi Umumkan Harga, Dipatok Mulai Dari $1049 USD
» Case Steam Deck Rusak Oleh Bayi, Gamer Ini Diberikan Gantinya Secara Gratis
» Valve Kembali Digugat! Kali Ini Oleh Organisasi Non-Profit Belanda
Performa Kencang, Fitur Lengkap, tapi Tetap Ada Glitch
Game ini sanggup berjalan di resolusi layar penuh dengan pengaturan grafis mentok kanan (maxed out) dan menghasilkan frame rate di atas 100 FPS.
Hebatnya lagi, fitur-fitur esensial game PC-nya tidak disunat:
Meski begitu, namanya juga proyek eksperimental tiga bulan, masih ada beberapa bug kocak yang tersisa. Salah satu yang paling ramai dibahas komunitas adalah "zombie glitch", di mana beberapa karakter mengalami error render pada bagian kepala yang membuat kelopak mata mereka kosong melongpong mirip zombie. Selain itu, beberapa animasi sinematik yang kompleks terkadang gagal terpicu jika situasi pertempuran terlalu intens.
Menghitung Hari Sebelum Kena Surat Cinta Valve?
Pertanyaan terbesarnya: apakah proyek ini legal? Secara teknis, ini melanggar hak cipta IP milik Valve karena menggunakan aset asli mereka secara gratis di internet.
Namun, komunitas gamer tahu betul kalau Valve adalah salah satu perusahaan yang paling "santai" dan welcome terhadap proyek buatan fans selama tidak dikomersialkan Fakta bahwa situs ini sudah bertahan selama lebih dari dua minggu di internet tanpa take-down memberikan harapan besar kalau proyek ini bakal diizinkan tetap hidup.
Tren membawa game PC jadul ke ekosistem browser ini diprediksi bakal makin masif. Apalagi dengan kehadiran WebGPU (penerus WebGL 2) yang punya akses jauh lebih intim ke kartu grafis modern. Bukan hal mustahil jika dalam beberapa tahun ke depan, game-game era PS4 atau Xbox One bisa kita mainkan sambil lalu di tab browser sebelah saat lagi bosan kerja.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.