space
GOOGLE RILIS FITUR SELFIE VIDEO UNTUK PULIHKAN AKUN TERKUNCI INOVASI PRAKTIS ATAU RISIKO BIOMETRIK BARU?
iOS
Jumat, 24 Jul 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Google Gunakan Video Selfie Interaktif untuk Verifikasi Masuk Akun: Mampukah Bendung Deepfake?


Google resmi memperkenalkan metode verifikasi baru berbasis rekaman video swafoto (selfie video) untuk membantu pengguna memulihkan akses ke Google Account yang terkunci. Fitur ini dirancang sebagai jaring pengaman tambahan ketika pengguna kehilangan ponsel, lupa kata sandi, atau tidak dapat mengakses perangkat otentikasi utama.

Dalam keterangan resminya yang dirilis Kamis (23/7/2026), Director of Product Management Google, John Gronberg, bersama Product Manager Google Identity, Claire Forszt, menjelaskan bahwa fitur ini memanfaatkan pemindaian wajah interaktif untuk memverifikasi identitas pemilik akun secara real-time.


Cara Kerja: Kombinasi Wajah dan Gerakan


Proses pendaftaran selfie video dibuat relatif sederhana. Pengguna cukup mengarahkan kamera perangkat ke wajah dan mengikuti panduan gerakan kepala tertentu—seperti menengok ke kiri, kanan, atau menengadah—guna menangkap struktur wajah dari berbagai sudut.

Ketika pengguna mengalami masalah masuk (sign-in) di kemudian hari, sistem akan meminta rekaman selfie video baru. Algoritma Google kemudian membandingkan video baru tersebut dengan data rekaman awal yang telah tersimpan.

"Video selfie ini memberikan lebih banyak opsi bagi pengguna saat terkunci dari akun mereka."

— Tim Google Identity


Jaminan Privasi dan Klaim Pertahanan Anti-Deepfake


Isu privasi biometrik menjadi perhatian utama dalam peluncuran fitur ini. Google menegaskan bahwa seluruh rekaman video disimpan dalam kondisi terenkripsi (encrypted at rest) dan hanya digunakan untuk kepentingan verifikasi masuk akun. Pengguna juga diberi kontrol penuh untuk menghapus data rekaman video tersebut kapan saja melalui menu pengaturan Google Account.

Guna menangkal aksi peretasan berbasis rekayasa digital—seperti penggunaan foto cetak atau video deepfake berbasis kecerdasan buatan (generative AI)—Google menerapkan verifikasi berlapis (liveness detection). Persyaratan melakukan gerakan kepala secara langsung (live movement) diklaim menjadi benteng utama untuk memastikan bahwa yang berada di depan kamera adalah manusia hidup, bukan rekaman buatan.


Tantangan Keamanan Biometrik


Meski menawarkan kepraktisan bagi pengguna awam, langkah Google mengadopsi biometrik video di awan (cloud) tidak lepas dari sorotan pakar keamanan siber.

Baca ini juga :
» YouTube Rombak Aturan Monetisasi Mulai 1 Febuari 2027 Bakal lebih Susah?
» Chrome Apps Bakal Tutup Di Oktober 2028 Jadi Titik Akhir Ekosistem Usang Google
» Mengapa Google Tolak Blokir Total Akun Anak di Bawah 16 Tahun?
» Square Enix x Google Bikin Chatty Slimey, Fitur Teman Ngobrol Buat Pemain Dragon Quest X
» Kasasi Ditolak MA, Google Resmi Terjerat Denda Rp202,5 Miliar Akibat Monopoli di Indonesia
» Apple Resmi Gandeng Google Gemini untuk Perkuat Apple Intelligence
» Akhirnya! Google Izinkan Ganti Alamat Gmail Tanpa Hapus Akun, Simak Caranya
» Google dan Qualcomm Pastikan Android Bakal Hadir di PC

Secara teknis, data biometrik wajah merupakan salah satu aset identitas paling sensitif. Berbeda dengan PIN atau kata sandi yang dapat diubah dalam hitungan detik jika bocor, struktur wajah seseorang bersifat permanen. Jika basis data terenkripsi tersebut berhasil ditembus atau mengalami eksploitasi celah keamanan (zero-day vulnerability), dampaknya terhadap identitas digital pengguna bisa bersifat jangka panjang.

Selain itu, kendati otentikasi liveness mampu menyaring foto statis, perkembangan teknologi AI injection attack—di mana peretas merekayasa feed kamera secara perangkat lunak—terus menjadi ancaman nyata yang harus dibuktikan ketahanannya oleh Google di lapangan.

Fitur selfie video saat ini mulai digulirkan secara bertahap. Pengguna yang ingin memeriksa kelayakan akun serta mengaktifkan fitur ini dapat mengakses tautan resmi di g.co/signin-selfie.


Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close