space
CHROME APPS BAKAL TUTUP DI OKTOBER 2028 JADI TITIK AKHIR EKOSISTEM USANG GOOGLE
PC
Selasa, 04 Aug 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Dua dekade lalu, aplikasi Chrome (Chrome Apps) lahir sebagai jembatan inovatif antara situs web biasa dan aplikasi desktop. Namun, seiring pesatnya evolusi teknologi web, jembatan tersebut kini resmi dianggap usang. Google mengonfirmasi bahwa seluruh dukungan untuk aplikasi Chrome, termasuk bagi pengguna institusi di ChromeOS, akan dimatikan secara total pada Oktober 2028.

Bagi pengguna awam (Windows, macOS, dan Linux), kabar ini mungkin tidak berdampak apa-apa. Faktanya, Google telah menutup akses Chrome Apps di platform publik sejak 2022. Namun, pengumuman terbaru ini menjadi alarm peringatan keras bagi sektor pendidikan dan korporasi—dua basis pengguna terbesar ChromeOS yang masih bergantung pada teknologi lama ini, terutama untuk Kiosk Mode (mode perangkat publik).

Mengapa Google Membunuh Chrome Apps?

Alasannya murni soal efisiensi dan keamanan. Mempertahankan antarmuka pemrograman aplikasi (API) warisan masa lalu berarti membuka celah keamanan jangka panjang. Terlebih lagi, Google kini telah memiliki suksesor yang jauh lebih tangguh: Progressive Web Apps (PWA) dan aplikasi Android.

Berbeda dengan Chrome Apps yang mengikat pengguna pada ekosistem browser Chrome, PWA jauh lebih fleksibel. PWA menawarkan pengalaman layaknya aplikasi native—seperti akses luring (offline), notifikasi push, hingga integrasi perangkat keras lokal—namun dapat dijalankan melintasi berbagai macam browser modern tanpa harus diinstal secara tradisional.


Garis Waktu Kritis bagi Admin IT


Google tidak langsung mencabut akses dalam semalam. Berdasarkan dokumen resmi Google Support, transisi akan dilakukan secara bertahap untuk mencegah kelumpuhan operasional di sekolah maupun perusahaan. Berikut adalah tenggat waktu yang patut dicatat oleh administrator IT:

Baca ini juga :
» YouTube Rombak Aturan Monetisasi Mulai 1 Febuari 2027 Bakal lebih Susah?
» Google Rilis Fitur Selfie Video untuk Pulihkan Akun Terkunci Inovasi Praktis atau Risiko Biometrik Baru?
» Mengapa Google Tolak Blokir Total Akun Anak di Bawah 16 Tahun?
» Square Enix x Google Bikin Chatty Slimey, Fitur Teman Ngobrol Buat Pemain Dragon Quest X
» Kasasi Ditolak MA, Google Resmi Terjerat Denda Rp202,5 Miliar Akibat Monopoli di Indonesia
» Apple Resmi Gandeng Google Gemini untuk Perkuat Apple Intelligence
» Akhirnya! Google Izinkan Ganti Alamat Gmail Tanpa Hapus Akun, Simak Caranya
» Google dan Qualcomm Pastikan Android Bakal Hadir di PC

  • Juli 2025 (ChromeOS versi 138): Ini adalah rilis terakhir yang mendukung instalasi aplikasi Chrome oleh pengguna. Pada titik ini, aplikasi yang diinstal admin untuk kiosk mode akan dinonaktifkan secara default (meski masih bisa diaktifkan manual lewat konsol admin).
  • Juli 2026 (ChromeOS versi 150): Dukungan reguler untuk aplikasi Chrome di kiosk mode resmi berakhir.
  • Januari 2028 (ChromeOS versi 184): Rilis terakhir ChromeOS yang masih memuat kode aplikasi Chrome. Ini menandai akhir siklus hidup (end-of-life) secara umum.
  • Oktober 2028: Perangkat di jalur dukungan jangka panjang (LTS - Long-Term Support) resmi tidak bisa lagi menggunakan Chrome Apps. Google menegaskan tidak akan ada pengecualian setelah tanggal ini.

Langkah Selanjutnya


Migrasi kini bukan lagi soal pilihan, melainkan keharusan. Administrator institusi disarankan untuk segera mengaudit sistem internal mereka. Pilihan paling logis adalah merombak sistem lama menjadi Progressive Web Apps (PWA) atau mengonversi fungsionalitas aplikasi yang tersisa menjadi Ekstensi Chrome biasa.

Bagi ekosistem teknologi secara luas, kematian Chrome Apps adalah langkah maju. Dengan membuang beban teknologi warisan masa lalu, Google kini memiliki ruang lebih luas untuk mengoptimalkan kinerja browser modern dan menutup celah kerentanan siber.


Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close