
Akhirnya, setelah kurang lebih 5 tahun lamanya mendapatkan komplain yang super pedas, pada tanggal 24 Januari 2017 kemarin, Capcom sukses menarik kembali fans-fans nya yang sangat kecewa tersebut melalui perilisan seri ke-7 dari game ini, Resident Evil VII: Biohazard di PC, PS 4 dan X-Box One.
Dan tidaklah mengherankan apabila Kru KotGa katakan demikian. Pasalnya, buktinya, seketika game yang digawangi oleh produser game top Masachika Kawata ini dirilis, RE 7 sukses memikat kembali hampir sebagain besar fan franchise ini dengan konsep game-nya yang back to the roots.
Atau dengan kata lain, RE 7 kembali seperti layaknya game RE dulu yang mana lebih mengedepankan unsur survival horror-nya. Bahkan bisa dibilang game ini jauh dua kali lipat lebih menyeramkan ketimbang game-game RE terdahulunya.
Baca ini juga :» Review Onimusha: Way of the Sword
» Review Devil May Cry 5: Devil Hunter Editon
» Review Pragmata
» Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflectio
» Review Resident Evil Requiem
» Review Kunitsu-Gami: Path of the Goddess
» ACTION RPG Open World Terbaru Capcom, Bisa Panjat Monster, AI Canggih, dan Dunianya Luas!
» Apollo Justice: Ace Attorney Trilogy Review
Dan tentunya faktor keseraman yang amat super duper ini tidaklah hanya difaktori oleh tampilan grafis-nya yang kini jauh lebih realistis, juga hal ini difaktori oleh konsep Virtual Reality (VR) yang sangat fantastis dan tentunya, sangat menegangkan tersebut.
Walhasil atas aspek-apek positif di atas, maka tidaklah mengherankan apabila Resident Evil VII, sejauh ini telah terjual lebih dari 3 juta kopi di seluruh dunia yang mana pada akhirnya membuat RE 7 menjadi game RE ketiga dengan penjualan terlaris / terbaik di sepanjang sejarah franchise game ini.



