space
THE LEGEND OF HEROES: TRAILS OF COLD STEEL III
PS4
Jumat, 15 Nov 2019

Terlepas dari popularitasnya yang cukup rendah di kalangan gamer barat ataupun penggemar JRPG, franchise Trails merupakan salah satu mahakarya terbaik yang pernah dihadirkan oleh Nihon Falcom selama 30 tahun lebih ada di industri game. Sejak rilisnya Trails in the Sky di tahun 2004 lalu, setidaknya sudah ada 9 seri game Trails yang tidak hanya menawarkan waktu bermain yang sangat panjang di tiap gamenya, namun juga memiliki jalan cerita, konflik dan konsep world building yang saling berhubungan kuat satu sama lain.

Setelah sempat dirilis di Jepang pada tahun 2017 lalu, para gamer di wilayah barat akhirnya sudah bisa mencicipi The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III, yang tidak lain adalah seri kedelapan dari franchise Trails. Dilihat sekilas game ini memang terlihat game JRPG pasaran yang terkesan standar, namun dibaliknya kamu akan menemukan sebuah game dengan kualitas legendaris dan akan jauh lebih fenomenal jika Nihon Falcom, developer dibalik game ini didukung dengan budget pengembangan serta tenaga kerja lebih.

Lalu bagaimana kualitas Trails of Cold Steel III sebagai penerus dua seri sebelumnya yang sempat mendapat resepsi tinggi? Apakah game ini dapat bersaing dengan banyaknya rilis RPG besar lainnya di tahun 2019? Daripada penasaran, langsung saja simak review lengkapnya yang sudah Kru KotGa rangkum di bawah ini.


Jalan Cerita

Masih menjadikan Rean Schwarzer sebagai sang karakter utama, game ini mengambil setting tepatnya satu setengah tahun setelah konflik yang terjadi di game keduanya. Pada saat itu, Rean yang masih menjadi murid sekolah militer Thors sudah terlibat dalam perang saudara besar yang terjadi di Erebonia. Karena jasa besarnya dalam menghentikan pemberontakan faksi bangsawan melawan pimpinan kanselir Gilliath Osbourne, sekaligus membantu Erebonia dalam aneksasi negeri Crossbell melawan Calvard, Rean telah diakui sebagai pahlawan besar yang diberi julukan Ashen Chevalier.

Dalam game ini, dia akhirnya mengambil pekerjaan baru sebagai guru di sekolah militer baru yang merupakan cabang dari kampus utama Thors. Berbeda dari kampus utama, sekolah ini hanya ditenagai oleh beberapa staff spesifik yang ditunjuk oleh pemerintah dan lebih dikhusukan untuk murid yang merupakan orang luar Erebonia atau tidak memiliki prestasi baik. Rean sendiri ditunjuk sebagai guru sejarah sekaligus wali Class VII yang baru, sebuah kelas khusus yang memiliki tugas layaknya organisasi Bracer dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Tentu saja selama menjalani tugasnya sebagai guru Rean dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari berhadapan dengan aturan sekolah yang ketat dari pemerintah, menjalin hubungan dengan beberapa murid yang kurang suka padanya, hingga membantu mereka menempuh studi lapangan yang ternyata juga berhubungan dengan tugas militer yang berbahaya. Selain berfokus pada kehidupan baru Rean sebagai guru, plot dalam Trails of Cold Steel III masih berhubungan dengan kembalinya Ouroboros dan ambisi mereka dalam membangkitkan Phantasmal Blaze Plan yang sebelumnya sempat digagalkan Osbourne.

Pacing cerita dalam Trails of Cold Steel III sendiri bergerak dengan cukup lambat namun bisa dibilang efektif. Setiap momen yang disuguhkan selalu memberikan kesan nostalgia sekaligus emosional pada fans lama termasuk Kru KotGa, namun sayangnya Kru KotGa bisa melihat kalau beberapa pemain baru akan mendapati pengalaman yang melelahkan sebelum sampai ke bagian bagus di ceritanya. Jika harus dibandingkan, Trails of Cold Steel III memiliki pacing yang sama dengan game pertamanya, sebagian besar perkembangan plot penting hanya terjadi di akhir setiap chapter sebelum akhirnya meninggalkanmu dengan ending menggantung. Keseluruhan pacing kemudian akan berubah secara drastis di Trails of Cold Steel IV dimana kamu akan disuguhkan dengan perkembangan cerita yang lebih cepat dari awal dan dipenuhi momen epik.

Satu hal yang perlu Kru KotGa tambahkan mengenai aspek jalan ceritanya adalah pemahamanmu pada seri Trails. Jika kamu ingin memainkan Trails of Cold Steel III, maka Kru KotGa SANGAT menyarankan kamu untuk memainkan dua seri sebelumnya. Atau jika kamu ingin mendapatkan gambaran cerita yang jauh lebih jelas, maka kamu juga bisa memainkan Trails in the Sky Trilogy dan Crossbell duology (total 5 game). Alasannya sendiri karena Trails of Cold Steel III merupakan sekuel langsung dari semua game tersebut dan memiliki cerita yang sudah terbentuk dari banyaknya konflik yang terjadi di franchise ini, dimana kamu bahkan juga akan bertemu dengan beberapa karakter utama dari game Trails lainnya.

Baca ini juga :
» Review: Guardian Tales, RPG Petualangan Besar Dibalik Grafis yang Imut
» ASUS ROG Strix SCAR G532
» HP pavilion X360 Multi Talenta: Kerja Bisa, Gaming Nyantai Bisa, Serba Bisa!
» Ghost of Tsushima
» Intel Core i5-10600K
» ASUS ROG Maximus XII Extreme
» The Last of Us Part II
» Review: TUF Gaming A15 FX506

Kehidupan Guru Sekolah Hingga Misi Sebagai Pahlawan

Walaupun memberikan peran guru bagi sang karakter utama, sayangnya Trails of Cold Steel III tidak benar-benar memberikan sesi gameplay yang kompleks pada sesi mengajar. Setiap awal chapter kamu akan memiliki kebebasan untuk menjelajahi kampus Thors, menerima misi sampingan, berinteraksi dengan murid hingga menjalani semacam Trial yang disiapkan Professor Schmidt untuk eksperimennya di Einhell Keep (sebuah bangunan besar yang berfungsi sebagai dungeon khusus). Setelah keluar dari sesi ini, kamu akan menjalani latihan bertempur dengan mecha humanoid Panzer Soldat sebelum akhirnya menjalani studi lapangan. Pada bagian akhir inilah plot cerita dalam Trails of Cold Steel III mulai bergerak dengan lebih serius.

Terlepas dari keterbatasan ini, sosok Rean sebagai seorang guru berhasil dipancarkan dengan sangat baik. Awalnya dia memang mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan murid dan membimbing mereka, namun perlahan dia menjadi sosok inspiratif, memiliki empati dan respek lebih besar kepada muridnya, dan menjalin ikatan kuat dengan mereka. Pada momen inilah Kru KotGa terasa seperti mendapatkan flashback dari sosok Rean saat masih menjadi murid Class VII lama di dua game sebelumnya, dan bagaimana dia menjadi sosok yang sangat penting bagi teman-temannya. Aspek character development yang kuat hanyalah satu dari kelebihan game-game Trails, dan peran karakter utama mulai dari Estelle, Lloyd hingga Rean selalu membawa atmosfer berbeda sebagai sosok pahlawan.

Selain menjalani studi lapangan mengitari negeri Erebonia, Rean terkadang juga harus berhadapan dengan masalah serius dari pergerakan Ouroboros dan ditugaskan langsung oleh Gilliath Osbourne dalam membereskannya. Pada momen inilah peran Rean sebagai guru Class VII berubah menjadi pahlawan negara Ashen Chevalier dimana dia diberi kebebasan untuk menjalani misi khusus tersebut. Untungnya Rean tidak sendirian dalam menjalani misi-misi berbahaya ini, karena selama petualangannya dia akan kembali bertemu dengan teman-teman lamanya di Class VII.

BACA JUGA BERITA INI
close