AI B.O.W dan Variant Yang Hadir Memuaskan

Tapi satu hal yang cukup positif hadir di zombie dan B.O.W yang ada di Resident Evil Requiem. Bagaimana masing-masing zombie yang punya karakter mereka sendiri dan masih ingat atau punya memori ketika masih hidup membuat kita sebagai player jadi semakin takut.
Mereka masih diambang mati dan hidup dan sebagai Grace yang harus terpaksa menembak kepala mereka ada beban moral yang berbeda. Capcom berhasil membuat zombie yang hadir tidak generik, tapi punya identitas mereka sendiri. Termasuk juga B.O.W yang hadir dan sayangnya tidak bisa saya sebutkan karena kalian harus merasakannya sendiri, mereka punya “otak” dan “pikiran” sendiri yang membuat permainan sangat fun.
Tapi sayangnya untuk bossfight… agak mengecewakan. Ya, beberapa bossfight yang hadir bahkan terasa semuanya hampir seperti gimmick fight yang sebenarnya bukan masalah, tapi jika hampir setengahnya adalah gimmick fight jadi membosankan.
Baca ini juga :» Review Kunitsu-Gami: Path of the Goddess
» ACTION RPG Open World Terbaru Capcom, Bisa Panjat Monster, AI Canggih, dan Dunianya Luas!
» Apollo Justice: Ace Attorney Trilogy Review
» Street Fighter 6
» Resident Evil 4 Remake
» Ini Dia Ciri Khas yang Wajib Ada di Game Resident Evil Berikutnya!
» Hadoken!!! Inilah 7 Jurus Paling Legendaris di Game Street Fighter!
» Gak Cuma Keren, Ini Berbagai Keuntungan Ketika Mendapatkan Karakter Street Fighter
Bandingkan dengan bossfight yang hadir di RE8 Village dan RE4 Remake, Capcom berhasil homerun disana yang mana membuat tiap fight jadi makin seru. Di RE Requiem sayangnya tidak seperti itu dan malah jadi terasa slog yang membuat saya merasa ingin cepat-cepat selesai saja.
Kesimpulan
Resident Evil Requiem adalah game horror yang punya karakteristik Resident Evil kuat, tapi sayangnya masih ada belenggu identitas yang mengikat, membagi dua jenis Resident Evil jadi satu membuat mereka kehilangan arah.
Replayability yang sangat kuat seperti game RE sebelumnya dan penuh fanservice juga nods kepada game klasik, dirasa Resident Evil Requiem butuh satu hal penting yang ada di video game yaitu pacing. Sangat disayangkan karakter-karakter keren yang hadir seperti Grace dan para antagonis yang ada, kekurangan waktu untuk membuat karakter mereka lebih kokoh. Seandainya Capcom membuat para karakter ini lebih polished, ini mungkin jadi salah satu game RE terbaik yang rilis belakangan ini di serialnya.
Masih kurang mengerti bagaimana dari sisi mainline games, Capcom berhasil critical hit di Resident Evil 7 dan Resident Evil 8 (ya, RE8 adalah game yang menurut saya sangat oke), tidak memanfaatkan pacing yang bagus di Resident Evil Requiem, membuat game ini seperti game horror generik dengan bumbu RE saja.
Kesimpulan Review
Resident Evil Requiem
- (+) KELEBIHAN
- Bermain sebagai Grace sangat memuaskan dan horror
- Rhodes Hill Clinic punya desain yang sangat oke
- Variant B.O.W dan zombies yang hadir cukup baik
- Replayability yang oke, cocok bagi kalian pecinta NG+ dan speedrunner
- (-) KEKURANGAN
- Pacing yang kurang baik dari sisi story
- Karakter kurang polished dari sisi character building
- Ada beberapa sesi “kejutan” yang malah membuat bingung atau kecewa
- Cast yang kecil tidak dimanfaatkan untuk character depth
- Armory senjata karakter yang tidak seimbang



