space
REVIEW - CONTROL RESONANT
PS5
Jumat, 18 Sep 2026

Sistem combat di Control: Resonant benar-benar dirancang untuk menghargai agresi tingkat tinggi. Jangan harap kalian bisa main aman berlindung di balik tembok atau sabar menunggu momen untuk menangkis, karena di game ini tidak ada mekanik parry sama sekali! Pertahanan terbaik kalian adalah menghindar dengan fitur dodge dan terus-terusan menyerang balik. Setiap musuh punya meteran Falter atau indikator stagger. Kalau meteran ini penuh, kita bisa mengeksekusi musuh dengan animasi brutal yang bakal ngasih kita buff bernama Dominance. Saat Dominance ini aktif, damage Dylan akan melonjak tajam dan musuh yang mati bakal menjatuhkan lebih banyak item penambah darah. Jadi, ritmenya terasa seperti tarian maut: hajar musuh pakai Aberrant, gunakan kekuatan telekinesis untuk melempar puing ke muka musuh, eksekusi mereka, dapatkan buff, dan lanjut habisi target berikutnya tanpa henti. Semakin berani kalian mengambil risiko untuk menyerang, semakin susah juga kalian matinya.

Traversal dan Fitur Lainnya



Beralih ke urusan eksplorasi dan fitur gamenya, Manhattan versi Control: Resonant adalah sebuah mahakarya desain level yang akan membuat otak kalian sedikit kram dalam artian yang positif. Karena efek dari The Patterning, dunia di game ini bertingkat-tingkat dan melanggar segala aturan gravitasi yang kita kenal. Untungnya, Dylan dibekali kemampuan mobilitas yang luar biasa sejak awal permainan. Dia bisa lompat ganda, melakukan dash di udara, melayang, sampai menarik dirinya menggunakan kemampuan semacam grappling hook. Tapi fitur yang paling gila adalah manipulasi gravitasi. Semakin jauh kalian main, kalian bakal bisa mengubah pusat gravitasi Dylan sesuka hati. Kalian bisa berlari santai di dinding gedung pencakar langit atau bahkan berjalan di langit-langit untuk mengejar bos musuh yang beterbangan. Desain pertarungan tiga dimensi yang sangat bebas ini bikin setiap pertemuan dengan musuh terasa sangat sinematik dan spektakuler.

Sistem Progresi



Sistem progresinya juga cukup unik dan beda dari action-RPG kebanyakan. Di game ini, yang naik level itu bukan cuma karakter Dylan, tapi wilayah atau zone yang ada di peta Manhattan. Setiap kali kalian membunuh musuh, menemukan kotak harta rahasia, atau menyelesaikan side quest di suatu wilayah tertentu, maka wilayah tersebutlah yang akan mendapatkan poin pengalaman (experience). Begitu sebuah area naik level, kalian akan membuka berbagai keuntungan pasif seperti drop rate item yang lebih tinggi, vendor dengan barang yang lebih bagus, dan tentunya satu skill point yang bisa dipakai untuk memperkuat Dylan di skill tree raksasanya. Sistem ini ngebuat kita sadar kalau setiap sudut kota dan aktivitas sekecil apa pun di open-world itu sangat berharga, bukan sekadar muterin map untuk menghilangkan ikon-ikon yang ada.

Baca ini juga :

» Game Gundam Fast-Paced yang Bawa IP ke Arah Baru! Preview GUNDAM ROGUE ORBIT
» Review SAROS
» Review - METAL GEAR SOLID Δ: SNAKE EATER
» Review Mafia: The Old Country
» Berpetualang di Dunia Padang Pasir Karya Akira Toriyama - Review Sand Land
» Masuk Naraka Diskon 30%! Review NARAKA: BLADEPOINT
» Horror Abis! Ini Dia 7 Momen Paling Horror di Game Non-Horror!
» Main Game Mobile RPG di Android Lebih Asyik Pake Emulator?

Side Activity



Dan jika kita membahas side quest, ini adalah tempat di mana ciri khas "keanehan" Remedy benar-benar bersinar terang. Walaupun cerita utama Dylan cukup serius dan muram, misi sampingannya kadang bikin kita tertawa atau garuk-garuk kepala kebingungan. Bayangkan saja, di tengah kiamat invasi monster antar-dimensi, kalian akan menemukan quest di mana Dylan disuruh bernyanyi karaoke freestyle untuk menyelamatkan kerumunan warga dari mesin karaoke yang kerasukan roh jahat. Ada juga misi mengejar anjing multidimensi yang kehilangan mainannya, atau masuk ke dalam taksi misterius yang akan melempar kita ke realitas alternatif hanya untuk bermain mini-game ilusi optik. Kontras yang tajam antara ketegangan kiamat dunia dan absurditas kejadian-kejadian komedi gelap semacam ini membuat rutinitas eksplorasi kalian mungkin tidak akan terasa membosankan.

Kesimpulan



Kesimpulannya, Control: Resonant sukses membuktikan kalau Remedy punya nyali besar untuk mendobrak batas zona nyaman mereka sendiri. Kisah tentang penebusan dosa seorang Dylan Faden disajikan dengan narasi psikologis yang kuat, dibalut dalam presentasi kosmik horor yang luar biasa indah sekaligus mengintimidasi. Hal ini ditopang kokoh oleh sistem pertarungan melee jarak dekat yang begitu cepat, responsif, dan memberikan kepuasan maksimal. Meskipun mungkin di beberapa jam pertama permainan akan terasa agak berat dan membatasi, tapi begitu kalian membuka lebih banyak kekuatan Aberrant dan terbiasa dengan ritme tempurnya yang barbar, game ini tidak akan membiarkan kalian meletakkan controller. Ini bukan sekadar game tentang berkelahi membasmi monster dengan potongan besi, melainkan sebuah perjalanan surealis yang membuktikan bahwa video game bisa menjadi karya seni fiksi ilmiah yang tak tertandingi keindahannya.

REVIEW SKOR

Kesimpulan Review

Control Resonant

80 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Desain dunia surealis dengan fitur manipulasi gravitasi
  • Combat melee yang cepat, agresif, dan adiktif
  • Cerita emosional berpadu dengan side quest absurd
  • (-) KEKURANGAN
  • Sistem peta membingungkan dan sering bikin nyasar
  • Tingkat kesulitan di beberapa jam pertama terlalu curam
  • Desain pertarungan sebagian bos terasa repetitif (damage sponge)

 

BACA JUGA BERITA INI
close