space
GOD EATER 3
-
Minggu, 03 Mar 2019

Gameplay yang lebih liar

Walaupun termasuk dalam kategori JRPG dengan fokus jalan cerita yang kuat, daya tarik utama dari God Eater memang terletak pada gameplaynya. Untuk yang satu ini, God Eater 3 telah menawarkan beragam perombakan yang cukup signifikan. Sama seperti seri sebelumnya, kamu akan disuguhkan dengan beragam pilihan misi yang disertai dengan deskripsi tugas, monster Aragami yang harus dilawan, serta durasi maksimal untuk menyelesaikannya. Sebelum menjalani misi, kamu bisa membawa hingga 3 party member yang masing-masing memiliki peran krusial seperti menjadi rekan bertempur maupun memulihkan HP. Kru KotGa juga sangat puas dengan kualitas AI party member yang sangat responsif, mereka tidak mudah dikalahkan dan akan selalu memberikan support terbaik pada kondisi apapun.

Beralih ke misinya sendiri, semua tugas yang kamu jalani sebenarnya hanya mengalahkan Aragami kecil yang lebih lemah atau melawan Aragami besar yang menguasai suatu area. Semua misi memiliki pola yang sama dan mungkin akan membuat kamu cepat bosan karena kesan repetitifnya, hanya saja variasi Aragami yang berbeda dan opsi untuk menggunakan banyak senjata sejak awal permainan pastinya akan menjamin keseruan bermain jangka panjang. Jika kamu merasa kalau karakter utama dan party member lainnya terlalu lemah, kamu masih bisa melakukan upgrade skill seperti meningkatkan HP, ketahanan, kapasitas Oracle Cells, maupun beragam efek lainnya dengan menggunakan AP (Attribute Point).

Bicara soal perombakan baru, setidaknya ada dua sistem keren yang diperkenalkan di seri ketiganya kali ini yaitu Accelerator Trigger dan Engage. Accelerator trigger sendiri adalah skill pasif yang baru bisa digunakan setelah berhasil mengeksekusi aksi khusus, misalnya untuk mengaktifkan "Guardian" kamu perlu menggunakan skill Just Guard. Jika berhasil, efek untuk meningkatkan kekuatan serangan jarak dekat otomatis akan aktif. Sementara Engage adalah sistem yang memungkinkan kamu untuk terhubung dengan rekan satu tim dan mendapatkan variasi bonus effect. Seiring berjalannya waktu setelah Engage diaktifkan, maka meteran "Engage Percentage" akan semakin naik. Jika Engage Percentage sudah mencapai titik maksimum, kamu bisa melancarkan serangan kombinasi mematikan yang bahkan sulit diredam Ash Aragami dalam kondisi terkuatnya. Jadi lebih dari sekedar hack and slash, gameplay dalam God Eater 3 benar-benar menuntut strategi tersendiri.

Baca ini juga :
» The Dark Pictures: House of Ashes
» Far Cry 6
» Ghost of Tsushima: Director's Cut
» Neo: The World Ends with You
» Monster Hunter Stories 2: Wings of Ruin
» Sausage Man
» Legend of Mana Remastered
» Scarlet Nexus

Evolusi God Arc

Bisa dibilang inilah perubahan yang paling Kru KotGa dan mungkin kebanyakan fans sukai dari seri terbarunya ini. Jika selama ini God Arc hanya digambarkan sebagai senjata buster sword atau artileri tipe berat lainnya, maka God Eater 3 menawarkan opsi mode dual-wielding sword seperti Bitting Edge, Saber dan masih banyak variasi senjata lainnya yang cocok untuk meningkatkan tempo permainan menjadi lebih cepat. Kebebasan untuk memilih gaya bermain kali ini akhirnya terasa jauh lebih maksimal, dan kamu masih bisa bereksperimen dengan jenis mode baru di setiap God Arc yang tersedia.

Keunikan dari God Arc juga terletak pada konsepnya, dimana senjata ini diciptakan dari hasil penggabungan dengan Oracle Cells. Dengan kata lain, God Arc merupakan Aragami itu sendiri. Alasan kenapa Kru KotGa menjelaskan hal ini karena banyak gamer masih penasaran kenapa God Arc dapat mengeluarkan serangan brutal berwujud moncong monster untuk melahap Aragami. Saat menggunakan moncong God Arc untuk "memakan" Aragami, karaktermu akan memasuki fase kenaikan level untuk mengakses skill yang sudah ditanamkan di God Arc. Tidak hanya karaktermu saja, perlu diketahui juga kalau Ash Aragami memiliki kemampuan untuk "melahap" karaktermu dan akan membuatnya masuk dalam mode Burst, sebuah fase mengerikan yang akan membuat mereka jauh lebih kuat dan mematikan.

BACA JUGA BERITA INI
close