
Split Fiction sekali lagi membuktikan kalau game tidak perlu butuh banyak budget dan live service agar menyenangkan. Game baru besutan Hazelight Studios ini memberikan kesan yang menyenangkan untuk kamu dan teman bermainmu, baik sahabat, pasangan, dan siapapun.
Salah satu game langka dimana tanpa lootbox, tanpa microtransaction, tanpa gacha, tanpa launch ngebug, dan lebih pentingnya tanpa AI, para developer Split Fiction membuktikan kalau untuk membuat game yang bagus hanya dibutuhkan fondasi game design yang kokoh dan cerita yang menyenangkan. Dan bisa dibilang, mereka jelas-jelas memasak dengan game terbaru mereka ini. Kamu bahkan tidak perlu beli dua game untuk bermain, hanya perlu satu game dan pemain kedua bisa mendownload versi trial untuk langsung bermain.
Baca ini juga :» Review EA Sports FC 25
» Apex Legends Mobile Dirilis, Ketahui Tips & Trik Mencapai Rank Apex Predator!
» Katanya Saingan Tapi Kok Bedanya Jauh Banget Gini! Perbandingan Efootball vs FIFA 22!
» [SPECIAL] Black, dan Kenapa Gamenya Masih Jadi Seri FPS Terbaik di Era PS2!
» Rekap E3 2019, Inilah Kumpulan Game Terbaik yang Wajib Kamu Nantikan
» Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Crysis?
» Nyobain DEMO Anthem, Spektakuler!
» Siapkan Tabungan, Inilah 10 Game Raksasa yang Wajib Kamu Nantikan di 2019
Split Fiction, seperti game Hazelight sebelumnya It Takes Two, tidak hanya memberikan gameplay yang unik dan bervariasi, namun juga cerita yang memberikan motivasi, terutama bagi para orang yang bekerja di industri kreatif.
Dua Karakter, Dua Dunia

Split Fiction memperkenalkan kalian dengan dua karakter, yang bernama Mio dan Zoe. Mereka berdua adalah penulis fiksi, dengan Mio sebagai penulis sci-fi, dan Zoe sebagai pecinta genre fantasy. Berbeda dengan It Takes Two, Mio dan Zoe bukanlah kenalan, mereka asing dengan satu sama lain. Namun, selama game ini berlanjut, kamu bisa lihat hubungan pertemanan mereka mulai berjalan.
Mereka kemudian diterima di sebuah perusahaan publikasi, namun perusahaan tersebut memaksa mereka untuk mengupload ide mereka ke dunia virtual, dimana Mio menolak. Mio pun tidak sengaja masuk ke dunia Zoe dan mereka pun memulai petualangan mereka untuk keluar dari dunia virtual kembali ke dunia nyata.
Karena mereka di dalam satu simulasi, dunia Mio dan Zoe bersatu dimana simulasi mereka berganti antara sci-fi dan fantasy. Dan setiap kali mereka berganti cerita, gamenya juga berbeda, baik hanya berbeda satu move, ataupun mode gamenya yang berubah drastis.